Wabah Virus Corona

Kisah Dokter Budi Sylvana saat Evakuasi WNI dari Wuhan China ke Natuna Gara-gara Wabah Virus Corona

Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter Budi Sylvana, menceritakan bagaimana di balik evakuasi

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Pusat Krisis Kemenkes, Dr Budi Sylvana berpose wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Dr Budi berbicara mengenai pengalamannya melakukan observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan di Natuna. 

TRIBUNJATENG.COM - Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter Budi Sylvana, menceritakan bagaimana di balik evakuasi dan observasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China. Semuanya serba cepat.

Dari awal diinstruksikan melakukan evakuasi dan observasi,1x24 jam. Setelah itu, ia berangkat ke Kota Wuhan, menjemput 238 WNI.

Ia menggambarkan bagaimana suasana di Wuhan.

Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong

Jalan Penghubung Desa Ditutup Sementara di Jenawi Karanganyar, BPBD Pasang Rambu Dilarang Melintas

BCL Tak Berani Tidur di Kamar Tempat Ashraf Sinclair Hembuskan Nafas Terakhir

Besok Malam Debat Akademik Menyoal Pembebastugasan Dr Sucipto, BEM KM Unnes: Hadirkan Dua Panelis

Meski tak ke luar dari area bandara, Budi mengibaratkan Kota Wuhan seperti tak ada kehidupan. Sunyi, senyap,

"Seperti kota zombie," ujarnya saat diwawancarai khusus dengan Tribun, Selasa (18/2).

Budi sempat takut, namun tugas dan pengabdian baginya.

Pria berusia 55 tahun ini juga sempat tak bilang kepada keluarganya, bahwa ia akan berangkat ke Wuhan, melakukan observasi di Natuna."Orang tua saya tahunya dari televisi," ceritanya.

Selama kurang lebih 14 hari Budi juga ikut melakukan observasi di Natuna setelah berhasil sukses melakukan evakuasi dari Kota Wuhan, China.

Banyak cerita bagaimana para WNI curhat kepadanya. Akan ketakutan dianggap 'virus' oleh masyarakat, hingga perasaan takut akan penolakan yang sempat terjadi di sekitar Natuna.

Budi menceritakan itu semua kepada Tribun Network. Berikut petikan wawancara lengkap:

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved