Berita Regional

Iming-iming Zulkifli Guru SD Tersangka Penculikan Anak Dengan Modus Hijrah Atau Jaulah

Iming-iming Zulkifli Guru SD Tersangka Penculikan Anak Dengan Modus Hijrah Atau Jaulah

Iming-iming Zulkifli Guru SD Tersangka Penculikan Anak Dengan Modus Hijrah Atau Jaulah
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Zulkifli Alfujari (26) guru SD warga Desa Sukamaju, Kecamatan Plangkat Tinggi, Kabupaten Musi Banguasin, Sumatera Selatan setelah ditangkap tim reskrim Polres Magetan di Temboro, Karas, Magetan, Minggu (23/2). 

TRIBUNJATENG.COM, MAGETAN - Iming-iming Zulkifli Guru SD Tersangka Penculikan Anak Dengan Modus Hijrah Atau Jaulah

Zulkifli Alfujari (26) guru SD dari Desa Sukamaju, Kecamatan Plangkat Tinggi, Kabupaten Musi Banguasin, Sumatera Selatan yang dilaporkan melakukan penculikan anak, ditangkap di wilayah Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Saat ditangkap, dalam mobil station dengan nomor Polisi BG 1741 JY yang dikendarai Zulkifli Alfujari terdapat 14 penumpang.

Remaja Klaten Melakukan Seks dengan Jok Motor Berhias Pakaian Dalam Wanita Curian, Digrebek Warga

Video Rekaman CCTV Detik-detik Kecelakaan Maut 2 Truk Duel Menimpa Odong-odong Berisi Anak-anak

Sudah Tak Seperti Ciptaan Tuhan Bentuknya, Ungkap Tim Medis Sebut Kondisi Jenazah Anak Tertimpa Truk

Tanggapan Istana Soal Isu Reshuffle di Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi : Pasti Saya Ganti

Terdiri dari anak-anak laki dan perempuan dan beberapa lagi berusia sebaya tersangka Zulkifli.

Menurut Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana, meski di dalam mobil station terdiri dari anak-anak laki dan perempuan, tapi yang melapor ke Polisi baru satu.

Yakni Imam Ayutullah (39), orangtua kandung Triyoga Farisqi (12) warga Dusun IV, Desa Sukamaju, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumetera Selatan.

"Meski dari 13 penumpang yang diangkut tersangka itu, namun hanya satu yang orangtuanya melaporkan kehilangan korban.

Sebenarnya ini sebagai tindaklanjut dari laporan orangtua korban ke Polda Sumatera Selatan," kata Kapolres Festo kepada Surya, Minggu (23/2/2020).

Lantaran itu, lanjut Kapolres Festo, setelah ini mereka lakukan serah terima tersangka dengan tim dari Polda Sumatera Selatan, kemudian tersangka bersama ke-13 orang.

Terdiri dari anak laki-laki dan perempuan, serta beberapa orang dewasa yang diangkut mobil station itu dibawa kembali ke Sumatera Selatan.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved