Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kami Takut Kehilangan Rumah! Ucap Warga Terdampak Pembangunan Tol Semarang-Demak

Diskusi tata ruang bertajuk prospektif pembangunan tol tanggul laut Semarang-Demak terhadap pembangunan wilayah, berlangsung di Unissula

Tayang:
Penulis: Adelia Prihastuti | Editor: galih permadi
tribun jateng cetak
Proyek Tol Semarang Demak 2020 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Diskusi tata ruang bertajuk prospektif pembangunan tol tanggul laut Semarang-Demak terhadap pembangunan wilayah, berlangsung di Gedung Fakultas Teknik Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2020).

Dr Nila Karmilah dosen perencanaan wilayah dan kota Unissula menyampaikan perspektif tata ruang yang berpihak kepada masyarakat.

“Saya coba berpihak ke masyarakat. Karena banyak masyarakat yang tidak tahu hakikat pembangunan itu seperti apa, akhirnya mereka hanya jadi objek tata ruang,” ujar Nila.

Dampak Banjir Jakarta dan Sekitar, Tol Jakarta-Cikampek Tergenang Nyaris 1 Meter, Kendaraan Terjebak

Saingi Tik Tok, Instagram Sediakan Fitur Reels Video Pendek 15 Detik di Insta Story, Begini Caranya

Tak Diduga, Pebulutangkis Tontowi Ahmad Akan Pensiun, Mendadak WA Pelatih Richard

Remaja Klaten Melakukan Seks dengan Jok Motor Berhias Pakaian Dalam Wanita Curian, Digrebek Warga

Menurutnya dalam melakukan pembangunan, tata ruang diperlukan karena penduduk semakin bertambah sehingga diperlukan perencanaan agar bisa terakomodasi di tata ruang.

“Jika tanggul laut tidak akan menyelesaikan masalah rob dan banjir begitu saja.

Kalau kita menyelesaikan pembangunan di hilir sedangkan di hulu terjadi pembangunan besar-besaran jelas tanggul laut bukan solusinya,” imbuhnya. 

Dirinya berpendapat proyek yang masuk stategis nasional ini telah menabrak rencana tata ruang wilayah.

Selain itu akan banyak sekali proyek stategis nasional yang akan menabrak rencana tata ruang yang membangun secara berkelanjutan dan harmonis. 

 “Perlunya perhatian ke nelayan di Tambak Rejo, Tambak Lorok dan lain-lain yang berdampak pada pembangunan.

Ada kepentingan publik disana. Harus memperhatikan kenyamanan, keamanan dan equility,” ungkap Nila.

Sugeng Riyanto, perwakilan masyarakat nelayan juga turut hadir dan memberikan pendapatnya mengenai pembangunan tol tanggul laut.

“Kami sebagai nelayan bertanya-tanya dampak apa yang kami rasakan setelah tol ini setelah di bangun.

Apakah Pemerintah Jawa Tengah akan memikirkan dan membuat solusi untuk kami,” ungkapnya.

Sugeng dan kawan-kawan nelayan lain khawatir dengan pembangunan tol tanggul laut.

Dirinya mencontohkan pembangunan beberapa pelabuhan di Pekalongan dan Kendal yang semula bebas dari banjir sekarang air masuk ke kampung-kampung nelayan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved