Breaking News:

Berita Kesehatan

Jampersal di Kendal Belum Optimal, Tahun Lalu Mentok Cuma 66 Persen

Anggaran program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Kabupaten Kendal dinilai belum terserap maksimal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Warga memeriksakan kesehatannya di UPTD Puskesmas Kendal II, Kabupaten Kendal, Senin (20/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Anggaran program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Kabupaten Kendal dinilai belum terserap maksimal.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal mencatat dari total penyerapan 2019, hanya 66 persen.

Hal ini menjadi catatan Pemkab Kendal untuk bisa memaksimalkan anggaran yang ada dalam upaya penekanan risiko kematian ibu dan anak.

Dragan Sebut Persipura Jayapura Cetak Gol Karena Kesalahan Lini Belakang PSIS Semarang

Persekat Tegal Cetak Delapan Gol, Menang Telak Hadapi Africa Selection, Abong: Kami Kelelahan

Video Warga Korea Bunuh Diri di Solo Tinggalkan Surat

Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menyampaikan, pada 2020 Jampersal mempunyai nilai anggaran Rp 2,5 miliar.

Dana tersebut diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Gelontoran anggaran Jampersal di Kabupaten Kendal dalam 2 tahun terakhir dinilai belum maksimal.

Pada 2019 lalu hanya terserap sebesar 66 persen, meski mengalami peningkatan 11 persen dari tahun sebelumnya 2018.

Pihaknya akan terus mencoba memaksimalkan dana yang ada dalam rangka mendukung program penekanan angka kematian ibu dan anak.

"Ini menunjukkan masyarakat belum memanfaatkan fasilitas yang ada dengan maksimal dari program Jampersal," terang Ferinando kepada Tribunjateng.com, Minggu (1/3/2020).

Kata Feri, Jampersal ada untuk membantu biaya persalinan keluarga miskin atau kurang mampu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved