Berita Jateng

Kepala Sekolah dan Guru di Klaten Terpapar Paham Radikal? Pemprov Jateng Angkat Bicara

Pemerintah provinsi Jawa Tengah membenarkan adanya dugaan kepala sekolah, guru dan siswa terpapar paham radikal di Kabupaten Klaten.

Istimewa/ Facebook Ganjar Pranowo
Ganjar mengancam akan copot kepala sekolah yang terpapar radikal, saat melantik 170 Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB Negeri Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (28/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah provinsi Jawa Tengah membenarkan adanya dugaan kepala sekolah, guru dan siswa terpapar paham radikal di Kabupaten Klaten

Hal tersebut diutarakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana.

"Ada, kami ada laporan masih adanya kepala sekolah, guru dan siswa yang terpapar radikalisme," ungkap Sarwa kepada TribunSolo.com, Minggu (1/3/2020).

Benarkah Pelaku Pembunuhan Sopir Grab Kudus Anggota TNI Desersi? Begini Kata Kapendam Diponegoro

Seorang Remaja Perempuan Diduga Bunuh Diri di Sebuah Hotel di Kota Semarang

Main Ke Kos Pacar, Gadis 16 Tahun Digilir Tiga Pemuda di Semarang, Satu Pelaku Masih Buron

Cerita Wahono Suami Saksikan Ibu Hamil Tertabrak Mobil: Istri Sudah Ikhlas Kehilangan Bayi Kami

Namun ia enggan menyebutkan data lebih detailnya.

"Saya tidak bisa menyampai secara detail ke media, tapi itu akan menjadi bahan kajian kami," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengunggah sebuah video di akun Instagramnya.

Video tersebut menyebutkan Ganjar siap mencopot jabatan kepala sekolah yang terpapar radikalisme.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, saat ditemui di Wisata Sungai Poitan, Jagalan, Karangnongko, Klaten, menjelaskan maksud video yang diunggah Ganjar.

"Ganjar Pranowo berbicara kepada seluruh kepala sekolah SMA, SMK dan SLBN se Jateng untuk menandatangani Pakta Intergritas," ucap Sarwa.

Ia menerangkan isi Pakta Intergritas, satu di antaranya agar tidak terpapar radikalisme.

"Pakta tersebut berisi kepala sekolah tidak korupsi, melayani dengann baik serta setia kepada Pancasila, NKRI, UUD 1945," ujar Sarwa.

Ia juga menjelaskan alasan Pakta Integritas tersebut dibuat dan ditandatangani seluruh kepala sekolah.

"Dasarnya, karena banyak sekali bullying yang terjadi pada siswa-siswi karena tidak memakai hijab di dalam sekolah,"jelasnya

Ia mengharapkan seluruh kepala sekolah bisa mengawasi seluruh guru-gurunya saat mengedukasi para siswanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved