Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Kisah Nenek Istikomah Warga Demak Kesulitan Memasak Lantaran Kondisi Ini

Puluhan rumah warga di Dukuh Ngepreh, Desa Sayung, Kecamatan Sayung Demak terendam air sekira sudah dua bulan terakhir.

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Nenek Istikhomah. Air menggenangi rumah di dukuh ngepreh desa sayung kecamatan sayung demak, Senin (2/3/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Puluhan rumah warga di Dukuh Ngepreh, Desa Sayung, Kecamatan Sayung Demak terendam air sekira sudah dua bulan terakhir.

Satu warga Dukuh Ngepreh Desa Sayung RT 2 RW 6, Istikomah (65) mengaku kesulitan untuk memasak, akibatnya untuk makan pun dia mengandalkan kedua anaknya yang sudah bekerja.

"Kesulitan untuk memasak, makan saja mengandalkan anak," jelas Istikomah yang tinggal bersama suami dan dua anaknya yang lain.

Awalnya WN Jepang Bertamu dan Berdansa dengan 2 WNI Positif Corona, Terawan Selidiki Peserta Dansa

2 WNI Positif Corona, Ahli Terkejut Hasil Penelitian Manusia yang Rentan Meninggal Karena Covid-19

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Izin pada Istri Akan Mandi, Kasori Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Sudah Bilang Ia Prajurit TNI AD Aktif, Namun Praka Bambang Tetap Dipukuli dan Disekap Preman Pasar

Dirinya menjelaskan, untuk kebutuhan mandi dan memasak mengandalkan sumur yang berada di dekat rumahnya.

"Saya masih punya tanggungan anak dua, dua lainnya sudah bekerja," jelasnya.

Sementara satu warga lain, Maftuhan (32) mengatakan, air bisa mencapai ketinggian 50 sentimeter saat terjadi hujan deras, akibatnya dirinya harus memarkir sepeda motornya di pintu gang yang berjarak 200 meter dari rumahnya.

Dia menjelaskan, air masuk dan menggenang di wilayah dukuhnya tersebut sekira 2 bulan.

"Sepeda motor harus diparkir di gang saat pulang kerja, karena air masuk ke dalam rumah hingga 50 sentimeter," jelasnya.

Sementara Kades Sayung, Munawir mengatakan, Dukuh Ngepreh Desa Sayung setidaknya ada 30 rumah dan jalan perkampungan yang terendam air sekira dua bulan terakhir.

Ia menyebut, masuknya air tersebut ke jalan perkampungan dan rumah warga akibat beberapa faktor, di antaranya air pasang laut, tingginya curah hujan, dan debit air yang tinggi di Sungai Dombo Sayung akibat kiriman dari Ungaran melalui bendungan Pucang Gading.

"Desa Sayung setiap tahunnya menjadi langganan banjir, karena berada di hilir dan bentuk geografis desa yang cekung, sehingga saat terjadi banjir akan sulit surut," jelasnya.

"Bisa dilihat sendiri, halaman rumah Ibu Istikomah sudah berlumut, menandakan sudah berlangsung lama," jelasnya di lokasi banjir.

Pihaknya pun berharap, agar normalisasi Sungai Dombo Sayung segera dituntaskan hingga hilir, yaitu Desa Morosari, yang sebelumnya tidak rampung.

Ia menambahkan, pintu air sipon di beberapa anak sungai menjadi satu faktor tersendiri, yang pemeliharaannya terbengkalai sejak sepuluh tahun terakhir.

"Yaitu Sipon Kali Menyong, Sipon Kali Gonjol, dan Sipon Tambakroto," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved