Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sapto Adi Minta Warga Kota Semarang Mulai Jalankan Program Pilah Sampah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
DPUPR KOTA TEGAL
ILUSTRASI Sampah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah.

Produksi sampah yang semakin meningkat membuat tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang semakin menipis.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengajak masyarakat melakukan pengelolaan sampah mulai dari hulu atau tingkatan rumah tangga.

Kepolosan Siswi SMP Serahkan Diri ke Polisi, Mengaku Sudah Membunuh Anak Kecil dalam Lemari

KSAD Andika Perkasa Bengong Tahu Alasan Pria Ini Masuk TNI, Fisik Diragukan, Kaget Tahu Keahliannya

Baim Wong Dapat WhatsApp dari Pencuri Motornya yang Kini di Penjara: Saya Nggak Bales

Kisah Tragis: Seorang Ibu Histeris Melihat Anaknya yang Masih PAUD Terlindas Trailer di Depannya

Pengelolaan dari hulu bisa dimulai dengan program pilah sampah.

"Program pilah sampah yang sudah kami deklarasikan akan terus disosialisasikan sehingga program tersebut benar-benar bisa berjalan di masyarakat," tutur Sapto saat usai memepringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kota Semarang, di Lapangan Tugurejo, Jumat (6/3/2020).

Menurutnya, pilah sampah dari rumah tangga merupakan cara yang efektif mengatasi persoalan sampah di Kota Semarang.

Diakuinya, sampah memang sesuatu yang kurang bermanfaat, namun jika dilakukan pemilahan sejak awal tentu akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

"Setelah di tingkatan rumah tangga, masyarakat kemudian juga memiliki andil yang besar dalam menangani masalah sampah," paparnya.

Lebih lanjut, Sapto menjelaskan, bank sampah bisa menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Program ini juga sudah berjalan di Kota Semarang. Hanya saja, perlu dioptimalkan sehingga bisa mengurangi produksi sampah.

Terakhir, penanganan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah yakni pengangangkutan, pembuangan, dan pemusnahan.

Di Kota Semarang, pemusnahan sampah dilakukan dengan upaya mengubah sampah menjadi energi listrik.

Saat ini, program tersebut sudah mulai dilakukan di TPA Jatibarang sekitar 9 hektar tumpukan sampah.

"Dari tumpukan sampah ini keluar gas metana yang dimanfaatkan untuk menggerakan turbin listrik," paparnya.

Dia menyebutkan, secara nasional masih ada 73 persen masyarakat yang belum sepenuhnya sadar dengan pengelolaan sampah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved