Wabah Virus Corona
Wabah Virus Corona, Produsen Minuman Rempah di Pekalongan Kewalahan Terima Order
Merebaknya wabah virus corona di dunia, membuat penjualan minuman tradisional sari rempah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah meningkat tajam.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Merebaknya wabah virus corona di dunia, membuat penjualan minuman tradisional sari rempah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah meningkat tajam.
Produsen mengaku kewalahan melayani permintaan pasar yang terus meningkat.
Bahkan, banyak masyarakat menyakini kalau rempah-rempah dipercaya bisa meningkatkan gaya tahan tubuh.
• Kisah Tragis: Seorang Ibu Histeris Melihat Anaknya yang Masih PAUD Terlindas Trailer di Depannya
• KSAD Andika Perkasa Bengong Tahu Alasan Pria Ini Masuk TNI, Fisik Diragukan, Kaget Tahu Keahliannya
• Baim Wong Dapat WhatsApp dari Pencuri Motornya yang Kini di Penjara: Saya Nggak Bales
• Kepolosan Siswi SMP Serahkan Diri ke Polisi, Mengaku Sudah Membunuh Anak Kecil dalam Lemari
Sehingga, meminimalisir potensi terkena virus termasuk corona.
Mariyatul Qibtiyah produsen minuman tradisional rempah Gjava Wedang mengatakan, penjualan produknya terus meningkat sejak virus corona merebak diberbagai negara.
Apalagi, setelah terjadi kasus virus corona terjadi di Indonesia.
Penjualnya meningkat, hampir 3 kali lipat.
"Minuman paling banyak diminati pembeli yaitu bir petung, jakencruk (jahe kencur jeruk), japare (jahe pandan sereh), dan kunyit asam jahe."
"Penjualan, sebelum adanya virus corona seminggu bisa 200 pack minimun rempah-rempah.
Sekarang, sudah meningkat sehari bisa menjual 70 hingga 90 pack," kata Mariyatul saat ditemui Tribunjateng.com di rumah produksi yang ada di Jalan Tambor Desa Nyamok, RT 5 RW 11, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jum'at (6/3/2020).
Menurutnya, pasca merebaknya virus corona, bahan baku rempah-rempah mengalami peningkatan. Seperti jahe, kunyit, dan kapulogo.
Mariyatul mengungkapkan walaupun bahan bakunya naik, ia tidak menaikkan harga penjualan produknya.
"Harga jahe sekarang sangat tinggi, dulunya perkilo Rp 22 ribu sekarang menjadi Rp 60 ribu.
Lalu kunyit dari Rp 18 ribu sekarang 34 ribu, gula batu organik dari Rp 60 ribu sekarang 89 ribu perkilogram, kencur dari Rp 28 ribu, menjadi Rp 60 ribu, cengkeh mulai 180 ribu menjadi 250 ribu, dan kapulogo dari Rp 125 ribu menjadi Rp 250 ribu perkilogram."
"Satu pack, saya jual Rp 70 ribu dan isinya ada 12 varian wedang rempah-rempah.