Berita Kudus

Pemkab Kudus Garap Proyek City Walk, Dimulai Seusai Tradisi Dandangan

Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan proyek Kudus City Walk di Jalan Sunan Kudus akan dimulai pada akhir bulan April 2020.

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kudus City Walk di Jalan Sunan Kudus akan dimulai pada akhir bulan April 2020, dan sejumlah pedagang akan ditata ulang. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan proyek Kudus City Walk di Jalan Sunan Kudus akan dimulai pada akhir bulan April 2020.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menjelaskan, akan memulai proyek senilai Rp 16,4 miliar itu seusai pelaksanaan kegiatan dandangan pada akhir bulan April 2020.

Dandangan itu merupakan prosesi tradisi yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya menyambut datangnya bulan Ramadan.

Gagal Rampok Mobil, Begal Jerat Leher Driver Grab Boyolali Pakai Kabel USB dan Tusuk Perut Sisi Kiri

Kena Pukulan Bertubi-tubi, Bagian Kepala Petarung UFC Wanita Ini Bengkak Tak Berbentuk

Janda Sebatangkara Meninggal di Kamar Mandi, Sempat Digigit Biawak, Baru Dapat Arisan PKK 600 Ribu

Kamu Mau Apa? Tanya Wiyono pada Pencuri yang Masuk ke Rumahnya di Jaten Karanganyar

"Setelah pelaksanaan dandangan tahun ini kami akan memulai proyek Kudus City Walk," jelas dia, ‎usai Rapat Koordinasi Pembangunan Kudus City Walk di Commad Center, Senin (9/3/2020).

Pihaknya memproyeksikan lelang bisa dilaksanakan pada bulan Maret, dan dimulai setelah kegiatan dandangan agar tidak mengganggu.

Pembangunan Kudus City Walk akan dilakukan di kedua lanjur Jalan Sunan Kudus, lajur selatan akan digunakan sebagai kantong parkir.

Sementara itu, lanjur utara akan dibangun spot wisata dan kuliner bagi masyarakat yang diisi pedagang kaki lima (PKL)

"Nanti PKL di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus akan kami relokasi ke Kudus City Walk. Sehingga kawasan tersebut akan bersih dari PKL," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti menjelaskan, semua PKL dipastikan bakal terpenuhi untuk mengisi Kudus City Walk.

Pihaknya  telah mendata jumlah pedagang yang ada saat ini sebanyak 105 orang, sedangkan kapasitas untuk menampung stan kuliner itu sekitar 125 stan.

"Pedagang kaki lima di simpang tujuh semuanya bisa tertampung dalam proyek ‎ini," jelas dia.

Kendati demikian, yang masih jadi persoalan yakni soal tenda yang akan dipakai pedagang menggunakan anggaran CSR atau swadaya pedagang.

"Kalau swadaya pedagang yang penting itu tendanya semuanya seragam, tidak ada yang berbeda-beda," ujar dia. (raf)

Dapat Restu Gus Yusuf, Idi Amin Daftar Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan Lewat PKB

Selama Musim Penghujan 2020, 6 Kali Desa Sayung Demak Tergenang Air Limpahan Sungai Dombo

Letkol Bambang Kristianto Sempat Hilang 4 Jam Setelah Tabrakan Speedboat Paspampres

Rencana Kunjungan Raja dan Ratu Belanda Memakan Korban, Letkol Bambang Kristanto Tewas Tenggelam

Penulis: raka f pujangga
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved