Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Reaksi Ganjar Pranowo saat Dimarahi Gubernur Lain karena Dapat Bantuan Lebih Banyak dari Jokowi 

Reaksi Ganjar Pranowo saat Dimarahi Gubernur Lain karena Dapat Bantuan Lebih Banyak dari Jokowi 

Editor: muslimah
Tribun Jateng/Fajar Baharuddin Ahmad
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Reaksi Ganjar Pranowo saat Dimarahi Gubernur Lain karena Dapat Bantuan Lebih Banyak dari Jokowi 

TRIBUNJATENG.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita saat gubernur daerah lain memarahinya karena pemerintah dianggap memberikan bantuan dana besar hanya untuk 2 provinsi, yakni provinsi Jawa Timur dan provinsi yang dipimpinnya, Jawa Tengah.

"Kita rapat di Bappenas, saya dimarahi oleh beberapa gubernur.

'Enggak adil ini Pak Jokowi ini. Masak yang dikasih bantuan banyak 5 tahun ke depan itu Jawa Tengah sama Jawa Timur,'" ucap Ganjar di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Gagal Rampok Mobil, Begal Jerat Leher Driver Grab Boyolali Pakai Kabel USB dan Tusuk Perut Sisi Kiri

Forkopimda di Tegal Terima Mobil Pajero Sport dari Wali Kota Dedy Yon

Janda Sebatangkara Meninggal di Kamar Mandi, Sempat Digigit Biawak, Baru Dapat Arisan PKK 600 Ribu

Salut, Cara Aremania Beri Penghargaan ke Persib Bandung yang Kalahkan Arema

Karena mendapatkan omongan seperti itu, Ganjar pun langsung membuka data yang dipunyainya kepada para gubernur dan menjelaskan soal bantuan tersebut.

"Maka saya sampaikan, Kawan-kawan gubernur jangan marah dulu.

Biasanya kalau ada hoaks memang suka marah.

Pokoknya kita harus berperan, jangan berperang karena kita NKRI, dan jangan baperan," ujarnya.

"Saya kasih tahu, saya buka datanya. APBN kita itu ada 205 pekerjaan.

Itu duitnya cuma Rp 46,1 triliun dan itu hanya 13 persen.

Tahukah bapak ibu, 42,5 persen dari 31 proyek itu ternyata dibiayai dari KPBU," tambah Ganjar.

Dia pun buka-bukaan tentang nominal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) Jawa Tengah yang sebetulnya tidak mencukupi untuk membiayai semua pembangunan infrastruktur di daerahnya.

Karena tak merasa cukup, dia mengadopsi skema KPBU.

"Lalu saya sampaikan, kami punya 13 proyek kurang lebih Rp 92 triliun. Dan kemudian swasta ada 12 proyek itu kurang lebih Rp 60 triliun.

APBD kami cuma 100 million.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved