Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BPTIK Dikbud Jateng

BPTIK Dikbud Jawa Tengah Selenggarakan Sosialisasi Persiapan UNBK

Kegiatan tersebut dikemas dengan model Q and A atau tanya jawab yang diselenggarakan di Art Space Artotel Semarang, Rabu (11/3/2020) pagi.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: abduh imanulhaq
IST
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Padmaningrum (tengah) menyampaikan materi sosialisasi persiapan UNBK tahun ini, bertempat di Art Space Artotel Semarang, Rabu (11/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Pengembangan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIK Dikbud) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Kegiatan tersebut dikemas dengan model Q and A atau tanya jawab yang diselenggarakan di Art Space Artotel Semarang, Rabu (11/3/2020) pagi.

Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, diwakili oleh Sekretaris Padmaningrum dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Jawa Tengah, Budi Santosa.

Padmaningrum menyampaikan, untuk UNBK tahun ini sama dengan tahun lalu.

Pada UNBK tahun ini akan diselenggarakan juga untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Yang membedakan dengan tahun lalu, tahun ini ada anak-anak SLB. Sebelumnya anak-anak tersebut tidak mengenal UNBK, sekarang ada pilot model di 4 sekolah di 4 kabupaten/kota, yakni Surakarta, Purbalingga, Pekalongan, dan Cilacap," ungkapnya.

Menurutnya dengan adanya UNBK untuk siswa SLB bertujuan untuk menghapus stigma siswa hal itu karena siswa itu sering dimarjinalkan.

"Jadi dengan UNBK ini akan melihat bagaimana kemampuan anak-anak kita yang di SLB. Saya yakin bisa, karena anak-anak SLB yang berkecimpung di IT juga banyak. Bahkan ada yang sampai juara," tuturnya.

Mengenai persiapan UNBK tahun ini, Padmaningrum menyampaikan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Yakni setiap sekolah kami sediakan teknisi, sarana-prasarana yang memadai, dan juga pengawas. Setiap pengawas ini nanti akan mengawasi 20 siswa," tuturnya.

Dia menyampaikan hal terpenting UNBK adalah sarana-prasarana.

Sebelumnya kalau komputer di sebuah sekolah belum cukup bisa mengikuti UNBK ke sekolah yang peralatannya sudah cukup memadai.

"Kalau sekarang, untuk sekolah-sekolah sarana-prasarana mengenai IT sudah kami fasilitasi. Di Jawa Tengah untuk SMA/SMK dan 4 SLB sudah menggunakan komputer dan untuk SMP ada sekitar 97 persen yang sudah menggunakan sistem UNBK," ungkapnya.

Ketua MKKS Jawa Tengah, Budi Santosa mengungkapkan UNBK ini suatu hal yang seksi sekali.

Hal itu merupakan taruhan kerja mengenai persiapan yang sudah dilakukan selama 3 bulan, bahkan 3 tahun ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved