Berita Regional

Perwira TNI AD Ngamar dengan 3 Pria Berbeda di Hotel Diadili, Diduga Disorientasi Seksual

Seorang perwira TNI AD diduga mengalami disorientasi seksual, kini tengah menjalani persidangan di Bali.

Editor: m nur huda
ISTIMEWA
ilustrasi seragam TNI 

TRIBUNJATENG.COM, BALI - Seorang perwira TNI AD diduga mengalami disorientasi seksual, kini tengah menjalani persidangan di Bali.

Perwira TNi AD berpangkat Letnan Dua (Letda) dengan nama inisial DS tersebut, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Militer (Dilmil) III-14 Denpasar, Rabu (11/3/2020).

Anggota TNI AD yang mulai bertugas sejak 2016 lalu tersebut dinilai melanggar kesusilaan, tidak mentaati pekerjaan dinas serta semaunya melampui perintah.

Catherine Wilson Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Online, Sudah Ketemu Berapa Pria: Jadi Malu

Pencabulan ABG Oleh Tetangga hingga Hamil Terbongkar, Ternyata Sudah Berhubungan 5 Kali

Akhirnya, Laga Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura Besok Dapat Izin Digelar di Stadion GBT

Sempat Bikin Lelucon Virus Corona, Pemain NBA Rudy Gobert Kini Dinyatakan Positif COVID-19

Hal tersebut disampaikan oleh Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi saat membacakan surat dakwaannya dihadapan Hakim Ketua Letkol CHK Roni Suryandoko.

Sidang tersebut turut dihadiri Hakim anggota Letkol CHK Adfan Hendrarto, dan Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya.

Berikut pernyataannya dilansir dari Tribun Bali dalam artikel 'Oknum Anggota TNI di Bali Diadili Atas Dugaan Disorientasi Seksual'.

"Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Pertama, Pasal 281 ke-1 KUHP dan 103 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Militer," tegas Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi.

Dalam sidang tersebut turut terungkap dugaan tindak pidana yang dilakukan Letda DS pada kurun waktu tahun 2017 dan 2018 di tiga tempat berbeda dengan tiga teman prianya.

Pria bergelar sarjana psikologi tersebut diketahui bersama teman prianya berinisial A di sebuah penginapan di wilayah Canggu, Badung pada April 2017 silam.

DS juga diketahui bersama pria berinisial R di Hotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar pada Oktober tahun 2017 lalu.

Sementara pada tahun 2018, ia diketahui bersama seorang mahasiswa di hotel wilayah Seminyak, Kuta.

Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Indra Putra dari Korps Hukum Kodam IX Udayana langsung menyampaikan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi.

Dalam nota eksepsinya, Indra Putra menilai uraian dakwaan Oditur kabur dan tidak jelas.

Dijelaskan, Pasal 281 ke-1 yang dialamatkan kepada terdakwa tidak tepat.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved