Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Imbas Virus Corona, Okupansi Hotel Turun hingga 90 Persen di Kabupaten Semarang

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang mencatat okupansi hotel di Kabupaten Semarang turun hingga mencapai 90 persen.

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
IST
Suasana Pasar Sawahan Desa Kalongan, Kabupaten Semarang. Melalui SE Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, mengimbau pengelola tempat wisata menutup sementara kegiatan usahanya. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang mencatat okupansi hotel di Kabupaten Semarang turun hingga mencapai 90 persen.

Penurunan itu diakibatkan mewabahnya Covid-19 atau virus corona sehingga mempengaruhi pariwisata di Kabupaten Semarang.

"Memang dampak dari Corona ini mengakibatkan penurunan okupansi hotel di Kabupaten Semarang.

Ashanty Murka Dapat Undangan Lamaran Putrinya dengan Atta Halilintar: Aurel Jadi Kegatelan Banget!

Kerap Dibayar Pasien dengan Sayur, dr Handoko Gunawan Tumbang Ikut Berjuang Rawat Pasien Corona

Merasa Diejek, Pria Ini Lempar Bambu ke Pengendara Motor, Korban Jatuh dan Meninggal Sejam Kemudian

Angkut Barang Terlarang Mobil Avanza Ini Dihancurkan, Inilah Penampakannya

Langsung menurun sampai 90 persen sejak Maret ini," jelas Ketua PHRI Kabupaten Semarang, Fitri Rizani, Rabu (18/3/2020).

Fitri mencontohkan, akibat dari Corona, beberapa event yang harusnya berlangsung di hotel-hotel di Kabupaten Semarang terpaksa batal.

Melalui Surat Edaran dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, menurutnya juga ada imbauan agar tempat-tempat wisata di Kabupaten Semarang ditutup sementara.

"Event itu di antaranya meeting yang harusnya terjadi di Maret dan April 2020, dibatalkan langsung."

"Tempat pariwisata ditutup, jadi itu mengakibatkan okupansi hotel yang menurun," ujar dia.

Meski begitu Fitri mengaku paham terkait hal tersebut.

Virus Covid-19 menurutnya termasuk Force Majeure, artinya suatu keadaan yang terjadi di luar kemampuan manusia.

Ia menjelaskan, saat ini hotel di Kabupaten Semarang juga telah menerapkan work from home (wfh) bagi sebagian karyawan hotel.

Juga mencutikan beberapa karyawan hotel lain.

"Artinya hotel-hotel mulai memberikan cuti kepada beberapa pekerja, dan ada juga yang bekerja dari rumah untuk bagian tertentu hingga keadaan kembali membaik," katanya.

Imbauan lainnya sesuai SE dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, menurut Fitri Rizani, ialah agar pengelola hotel, restoran dan rumah makan di Kabupaten Semarang memiliki alat pengukur suhu badan, dan memiliki hand sanitizer di sudut-sudut ruangan.

Fitri menjelaskan, saat ini semua hotel dan restoran di Kabupaten Semarang menerapkan hal tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved