Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Agar Tak Terjadi Penumpukan Pasien, Pemkot Harapkan Setiap RS di Semarang Layani Screening Corona

"Selama ini, ujug-ujug dari RS A langsung ke Kariadi tanpa adanya komunikasi, padahal di Kariadi pasien juga banyak

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Wakil Wali Kota Semarang selaku Komandan Gugus Tugas Penanganan Corona, Hevearita Gunaryanti mengundang perwakilan rumah sakit se-Kota Semarang untuk melakukan koordinasi terkait penanganan virus corona di Kota Semarang, Jumat (20/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengumpulkan perwakilan setiap rumah sakit se-Kota Semarang untuk dilakukan monitoring terkait dengan upaya penanganan virus corona, di Balai Kota Semarang, Jumat (20/3/2020).

Wakil Wali Kota Semarang selaku Komandan Gugus Tugas Penanganan Corona, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, selama ini penanganan virus corona di Kota Semarang dilakukan di tiga rumah sakit saja yaitu RSUP dr Kariadi, RSUD Tugurejo, dan RSUD Wongsonegoro.

Kedepan, rumah sakit lainnya diharapkan bisa melakukan pelayanan screening bagi masyarakat. Sehingga, dapat meminimalisasi terjadi penumpukan pasien di salah satu rumah sakit.

"Selama ini, ujug-ujug dari RS A langsung ke Kariadi tanpa adanya komunikasi, padahal di Kariadi pasien juga banyak.

Harusnya Isolasi Mandiri, Ibu di Solo Ini Malah Rewang dan ke Pasar, Kini 17 Rumah Diisolasi

Satu Tahun Menimbun Urine hingga Bergalon-galon, Keluarga Ini Digerebek Polisi

39 Orang ODP Corona di Batang, Bupati Wihaji: Besok Penyemprotan Disinfektan Serentak

Banyak Motor di TKP tapi Ponijan Pilih Curi Milik Mantan Bosnya, Bukan Dendam, Ini Pengakuannya

Seizin Pak Wali, kami mengundang seluruh RS untuk membahas terkait penanganan corona. Diharapkan bisa menangani screening semisal orang dalam pemantauan (ODP)," jelas Ita, sapaannya.

Lebih lanjut, Ita menuturkan, akan membuat sistem secara terpadu untuk rumah sakit se-Kota Semarang.

Nantinya, jika ada pasien dengan gejala ringan bisa memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Sedangkan, pasien yang membutuhkan penanganan serius bisa ke rumah sakit yang sudah memiliki ruang isolasi.

Di samping membahas terkait pelayanan pasien, Pemkot bersama sejumlah pihak rumah sakit juga membahas terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

Semakin hari, ketersediaan APD yang digunakan untuk menangani pasien virus corona semakin berkurang.

Pihaknya meminta Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk segera melakukan pendataan terkait APD di masing-masing rumah sakit.

Menurutnya, harga APD yang berstandar memang cukup mahal dan ketersediaannya cukup minim. Pihaknya berencana melakukan inovasi melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan jas hujan untuk membuat APD yang aman digunakan untuk penanganan corona.

"Nanti, coba untuk modifikasi karena APD standar harganya cukup mahal dan barangnya minim. Kalau memang RS sepakat pakai modifikasi, kami bersama-sama untuk komunikasi dengan pabriknya," papar Ita.

Menanggapi terkait rencana pembuatan modikasi APD, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP dr Kariadi Semarang, Nurdopo Baskoro mengatakan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu apakah jas hujan benar-benar bisa melindungi garda terdepan.

"Jangan sampai menggunakan jas hujan tp tidak safe teman-teman di lapangan," ujarnya.

Pihaknya belum menghitung secara pasti ketersediaan APD di RSUP Kariadi. Hanya saja, rumah sakitnya saat ini melakukan efisiensi penggunaan APD. Caranya, satu petugas bisa melaksanakan beberapa tugas saat melakukan pengecekan pasien corona.

"Misal, dalam satu hari ada 13 APD per satu pasien. Kami efisiensi, yang memberi makanan, obat, bisa dititipkan ke perawat," sebutnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved