Stikes Telogorejo

Tindakan Pasang Ring Tidak Menjamin Bebas dari Penyakit Jantung Kembali

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu secara global, karena lebih banyak orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung.

IST
Ilustrasi penyakit jantung 

Oleh : Riris Risca Megawati - Dosen STIKES Telogorejo Semarang

 SIAPA yang tidak mengenal penyakit jantung? Menurut laporan World Health Oganization (WHO) tahun 2012, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu secara global, karena lebih banyak orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung dari pada penyebab lainnya. WHO mencatat lebih dari 117 juta orang meninggal akibat penyakit jantung di negara-negara industri dan berkembang. 

Penyakit jantung saat ini tidak mengenal usia dari tua maupun muda. Jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia menurut Riskesdas tahun 2018 sebesar 1,5%. Daerah yang tertinggi yaitu di Kalimantan Utara (2,2%), Jawa Tengah (1,6%) terletak di urutan ke-11.

Beberapa penyakit jantung di antaranya penyakit jantung koroner (PJK), gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, hipertensi dan stroke. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung terbanyak yang menyebabkan kematian di dunia, yaitu 7.2 juta orang per tahun atau 41% dari kasus penyakit kardiovaskular. 

Penyakit jantung koroner disebabkan karena adanya sumbatan pada jalannya pembuluh darah jantung sehingga akan mengganggu aliran darah ke otot jantung. Sumbatan tersebut dapat diatasi dengan tindakan tanpa pembedahan yaitu tindakan pemasangan ring atau disebut dengan Percutaneous Coronary Intervention (PCI).

Tindakan ini ditujukan untuk membuka jalan pembuluh darah yang tersumbat.  Namun, sebaik-baiknya tekhnologi pada Rumah Sakit untuk menangani penyakit jantung tersebut, para pasien diwajibkan untuk mengubah perilaku hidup yang sehat.

Beberapa perilaku hidup sehat pada pasien pasca tindakan PCI yaitu:

  1. Berhenti merokok : karbon monoksida yang terkandung pada rokok dapat mengikat oksigen sehingga akan meningkatkan kerja jantung
  2. Mengatur asupan makanan : makanan yang sehat adalah yang tidak banyak mengandung kolesterol atau lemak jenuh. Dengan mengatur asupan makanan setiap hari dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi, meningkatnya kadar gula darah, dan obesitas
  3. Aktivitas : aktivitas yang dilakukan harus ringan terlebih dahulu, setelah itu dapat dinaikkan tahapnya. Pasien dilarang untuk mengangkat barang berat lebih dari 5 kg, mengedan, mendorong mauapun menarik. Pasien pasca PCI harus menghindari olahraga yang bersifat pertandingan seperti sepak bola, bulu tangkis. Olahraga yang dianjurkan seperti jalan kaki, jogging, dan bersepeda dalam waktu sekitar 30-60 menit.
  4. Mengendalikan faktor resiko : selalu mengontrol tekanan darah, gula darah,kolesterol, berat badan, hingga tingkat stress.

Tindakan pemasangan ring tidak memberikan jaminan akan terbebasnya penyakit jantung kembali. Anda perlu menjaga kesehatan jantung dengan membiasakan perilaku hidup sehat seperti diatas dan selalu rutin mengontrol kesehatan jantung di dokter. Hal ini perlu dilakukan untuk selalu memantau kesehatan jantung Anda. 

Yuk, ubah perilaku hidup sehat untuk selalu menjaga kesehatan jantung kita. Tidak ada salahnya mencoba untuk berupaya hidup sehat demi menjaga kesehatan jantung kita. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved