Wabah Virus Corona
178 WNI Dideportasi dari Malaysia, KJRI Kuching Pastikan Tak Ada Ancaman Tembak
Memang beredar berbagai isu-isu negatif sepanjang pencegahan COVID 19, namun kami pastikan semua berjalan baik karena kami selalu koordinasi dengan pi
Polisi Malaysia awalnya ditugasi untuk menegakkan larangan-larangan yang diberlakukan.
Namun Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob menyatakan tentara-tentara Malaysia akan ikut dilibatkan mulai Minggu (22/3/2020) mendatang.
"Kami yakin bahwa dengan bantuan tentara, penegakan yang lebih keras akan bisa dilakukan," ucap Ismail dalam konferensi pers.
"Masih ada banyak orang yang tidak peduli soal perintah dari pemerintah," imbuhnya.
Untuk diketahui, warga Malaysia diperintahkan untuk tetap di rumah selama lockdown atau perintah pengendalian pergerakan (movement control order/MCO) diberlakukan hingga 31 Maret mendatang.
Semua sekolah dan kebanyakan pusat bisnis ditutup sementara.
Warga Malaysia juga dilarang pergi ke luar negeri dan seluruh warga asing dilarang masuk ke negara tersebut.
Selain itu, beberapa taman di Malaysia ditutup dua minggu.
Pihak Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) juga telah memasang pemberitahuan. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Malaysia Deportasi 178 WNI, KJRI Kuching Pastikan Tak Ada Ancam Tembak dari Pemerintah Sarawak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-tki-dan-wni-yang-dideportasi-sedang-berada-di-pos-lintas-batas-negara-plbn-entikong.jpg)