Breaking News:

Berita Kendal

Disdikbud Kendal Akan Perpanjang Libur Sekolah hingga 11 April 2020

Disdikbud Kabupaten Kendal akan memperpanjang masa libur sekolah tingkat Paud/TK, SD sederajat, dan SMP sederajat hingga 11 April 2020.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi usai menghadiri rapat koordinasi gugus tugas cepat penanganan covid-19 tahun 2020 di ruang Ngesthi Widhi komplek Rumah Dinas Bupati Kendal, Selasa (24/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal akan memperpanjang masa libur sekolah tingkat Paud/TK, SD sederajat, dan SMP sederajat hingga 11 April 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi, Selasa (24/3/2020) seusai menghadiri rapat koordinasi gugus tugas cepat penanganan covid-19 tahun 2020 di Ruang Ngesthi Widhi Kompleks Rumah Dinas Bupati Kendal.

Wahyu mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat edaran untuk memperpanjang masa libur sekolah hingga peretengahan April mendatang.

Hal itu berdasar atas arahan Bupati Kendal melalu Surat Edaran (SE) Nkmor: 360/196/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Epidemi dan Wabah Penyakit Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

"Dalam surat edaran tersebut bupati menegaskan bahwa status siaga darurat bencana di Kendal selama 92 hari mulai 18 Maret - 18 Juni 2020. Surat edaran dari Disdikbud pertama berakhir 29 Maret seera kami rekomendasikan ke bupati diperpanjang 2 pekan sampai 11 April," terangnya.

Selama masa pembelajaran di rumah, Wahyu meminta agar tenaga pendidik lebih memperhatikan jenis tugas yang diberikan.

Ia meminta kepada tenaga pendidik agar memberikan tugas ke siswa secara proporsional, tidak membebani, terlebih tugas yang diberikan lebih menitikberatkan pada kegiatan yang dialami secara rutin seperti praktik beribadah, maupun edukasi corona dengan bahasa siswa.

Selain itu, pendidik diminta menjadi agen edukasi baik di satuan pendidikan dan lingkungan masing-masing.

Pendidik juga berkewajiban untuk kordinasi maksimal dengan orangtua siswa terkait pembelajaran anak, kesehatan anak-anak, dan pastikan anak beraktifitas di rumah, bukan di luar rumah.

"Hasil evaluasi 1 minggu berjalan tugas yang diberikan selain jangan yang memperberat juga harus bersifat perseorangan, tidak boleh kelompok," terang Wahyu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved