Penipuan
Dengan Iming-Iming Lolos Akmil, Tentara Gadungan Berhasil Raup Rp60 Juta dan Bawa Kabur Motor Korban
Si pria melakukan penipuan terhadap warga masyarakat dengan menjanjikan bisa memasukkan ke Akademi Militer (Akmil).
TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Intel Kodim 0201/BS pada Minggu (22/3/2020) lalu berhasil menangkap seorang pria yang melakukan aksi penipuan.
Pria tersebut mengaku sebagai seorang anggota TNI berpangkat mayor.
Dia beraksi di beberapa tempat di kota Medan dan sekitarnya.
• Kena PHK karena Wabah Virus Corona, Dapat Santunan Rp1 Juta Per Bulan Per Orang Selama 3 Bulan
• Bingung Bayar Kredit? Jangan Khawatir, Presiden Jokowi Tangguhkan Cicilan 1 Tahun, Ini Syaratnya
• Suami Positif Virus Corona, 14 Hari Kemudian Istri Menyusul, Kabar Baiknya Anak Dinyatakan Negatif
• Jaga Kekebalan Tubuh, Hindari Gula saat Wabah Virus Corona
Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Djunaidhi mengatakan, Kodim 0201/ BS benar telah melakukan penangkapan seorang pria yang mengaku anggota TNI berpangkat mayor dari Mabes TNI.
Si pria melakukan penipuan terhadap warga masyarakat dengan menjanjikan bisa memasukkan ke Akademi Militer (Akmil).
"Penangkapan di daerah Marelan, Kabupaten Deli Serdang pada hari Minggu tanggal 22 Maret 2020," ujar Kapendam.
Setelah diamankan, pria ini tidak bisa menunjukan identitasnya sebagai anggota TNI.
Intel dan Tim Danpok Bansus mengamankan barang bukti dari mayor gadungan, antara lain: topi pet hijau pangkat pamen, kaos loreng, topi hijau ekapaksi, satu buah pin intel ekapaksi, tas berlogo Rider dan tempel PTPN II beserta tintanya.
Hasil pemeriksaan lanjutan diperoleh informasi, pelaku mengaku dan mengatakan telah berhasil memperdaya seorang masyarakat bernama Antoni, penduduk Batangkuis dengan iming-iming bisa lulus Akmil.
Dari Antoni, pelaku berhasil membawa kabur sepeda moto Scorpio z ( telah dijual pelaku) dan diketahui orang tua korban juga telah memberikan atau menyerahkan uang sebesar Rp 60 juta.
"Pelaku saat melakukan kegiatan aksinya sering bersama temannya bernama ucok yang kabur melarikan diri saat penangkapan.
Penipuan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya," kata Kapendam.
Awalnya korban menyatakan merasa yakin kalau pria bernama Arianto ini seorang prajurit TNI, karena tersangka sering membawa seperti senjata api benaran.
"Namun kalau untuk senjata api ini belum diketahui apakah senjata softgun atau mancis (dibawa kabur temannya melarikan diri).
Ditambah lagi korban semakin yakin ketika dibawa untuk cek kesehatan di RSU Putri Hijau," tambahnya.