Wabah Virus Corona
Pasien Positif Corona Sembuh? Kadinkes Kota Semarang : Masih Harus Ada Pemeriksaan Swab Ulang
Terkait seorang pasien yang dirawat di RSU Telogorejo Semarang dinyatakan sembuh, kabar itu diluruskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terkait seorang pasien yang dirawat di RSU Telogorejo Semarang dinyatakan sembuh, kabar itu diluruskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Moch Abdul Hakam.
Menurut dia, pasien tersebut belum bisa dinyatakan benar-benar sembuh.
"Perbaikan. Kalau bicara sembuh sesuai dengan protap, harus ada pemeriksaan swab ulang," jawaban singkatnya kepada Tribun Jateng ketika dikonfirmasi, Jumat (27/3/2020) malam.
• Sudjiwo Tedjo Minta Presiden Jokowi Cuti dan Maruf Amin Pimpin Lawan Virus Corona, Ini Alasannya
• Pertama Kali di Jateng, 2 Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh, Ganjar : Ini Kabar Baik
• Demi Hilangkan Wabah Virus Corona, Donald Trump Telepon Presiden China Xi Jinping, Ini Jawaban Xi
• Kini Jadi Negara dengan Pasien Corona Terbanyak, Amerika Sempoyongan Hingga Minta Bantuan Korsel
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaporkan dua pasien positif corona yang kini telah sembuh.
Kesembuhan pasien ini merupakan yang pertama kali di Jateng
Artinya, hingga Jumat (27/3/2020) malam ini ada 40 kasus positif corona di Jateng.
Rinciannya, 32 orang masih dirawat, enam meninggal, dan dua orang telah sembuh.
Kecenderungan penurunan pada kasus harian ini memunculkan harapan bahwa pandemik ini bisa melambat.
"Ya ada yang sembuh. Tadinya positif.
Ini kabar baik. Mudah-mudahan ini (penurunan) bisa terus," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).
Dua pasien yang telah sembuh itu dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo dan RS Telogorejo Semarang.
"Pasien mau dipulangkan hari ini. Belum diinformasikan lebih lanjut, nanti akan saya cek," katanya.
Sementara, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga saat ini 3.638 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan 322 orang masih dirawat.
Bukan Lockdown
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa Kota Tegal tidak menerapkan kebijakan local lokcdown.