Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 2

Persijap Jepara Libur 2 Bulan, Sebelum Pulang Berat Badan Pemain Ditimbang

Libur kompetisi Liga 2 karena wabah virus corona membuat manajemen Persijap Jepara memutuskan meliburkan latihan rutin selama dua bulan.

Tayang:
Penulis: hesty imaniar | Editor: abduh imanulhaq
PERSIJAP JEPARA/EDI SULTON
Persijap Jepara meliburkan latihan selama dua bulan mengikuti imbauan pemerintah 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Libur kompetisi Liga 2 karena wabah virus corona membuat manajemen Persijap Jepara memutuskan meliburkan latihan rutin selama dua bulan.

"Mulai minggu depan, pemain kami liburkan sampai tanggal 29 Mei 2020. Jadi tidak latihan selama dua bulan ini. Kalau merujuk surat resmi PSSI, mereka memutuskan libur sampai dengan bulan Juni," kata Manajer Persijap Arief Setiadi, Jumat (27/3/2020).

Pria yang akrab disapa Ghozi itu menjelaskan status pemain Laskar Kalinyamat.

Demi Hilangkan Wabah Virus Corona, Donald Trump Telepon Presiden China Xi Jinping, Ini Jawaban Xi

Sudjiwo Tedjo Minta Presiden Jokowi Cuti dan Maruf Amin Pimpin Lawan Virus Corona, Ini Alasannya

Pertama Kali di Jateng, 2 Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh, Ganjar : Ini Kabar Baik

Kini Jadi Negara dengan Pasien Corona Terbanyak, Amerika Sempoyongan Hingga Minta Bantuan Korsel

"Status pemain sampai penundaan tetap merupakan pemain Persijap Jepara sesuai tanggal yang di tetapkan oleh PSSI. Sementara untuk status darurat bencana masih berlaku, maka akan ada keputusan lain," terangnya.

Lulusan UMS Surakarta ini  mendukung keputusan PSSI pusat yang berdasarkan kesepakatan bersama itu.

"Dengan tidak adanya kompetisi beberapa bulan ke depan otomatis semakin tidak ada orang berkumpul di stadion. Langkah itu bisa mencegah atau memutus mata rantai penyebaran corona. Hal ini yang menjadi harapan kami saat meliburkan pemain," tandasnya.

Pelatih Widyantoro menyatakan hari ini, Jumat (27/3/2020), memang latihan terakhir sebelum libur latihan panjang.

"Selama ini pemain berlatih dengan program conditioning. Karena kompetisi libur, kami berlatih sesuai keadaan. Semisal conditioning dan pembenahan di beberapa lini," katanya.

Meski libur, kondisi pemain akan tetap dipantau oleh tim pelatih.

Awal pemantauan adalah menimbang berat badan para pemain sebelum pulang ke rumah masing-masing.

"Tentu harus mengikuti imbauan pemerintah karena jumlah pasien positif corona terus bertambah. Oleh sebab itu, pemain harus latihan mandiri di rumah. Mereka harus selalu update video latihan," terangnya.

Hasil timbang berat badan itu dicatat.

Saat kembali berlatih, pemain yang datang harus memiliki berat badan yang sama.

"Jika tidak sama, kami denda. Berarti mereka tidak menjaga kondisi fisik selama libur," tegasnya.

Ia juga mengimbau para penggawanya menjaga betul kesehatan dan kebugaran tubuh.

Namun, mereka tidak boleh berkerumun atau gabung dalam kumpulan banyak orang.

"Paling tidak latihan mandiri di rumah dengan menjaga kebugaran. Jadi tidak terlalu drop kondisi fisik saat mulai masuk latihan dan kompetisi nanti," tandas Wiwid. (hei)

1 Balita di Purbalingga Dinyatakan Positif Virus Corona, Pernah Diajak Neneknya ke Jakarta

Dokter Indro Sang Ahli Virus: Kita Harus Yakin bahwa Virus Ini tak Ada Hubungannya dengan Kematian

Mayat Solekah Warga Semarang di Dalam Tandon Air, Suami Korban Masih Diperiksa Polisi

Promo Superindo Akhir Pekan 27-29 Maret 2020, Diskon Hingga 40 Persen untuk Produk Buah-buahan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved