Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

FOKUS : Bantu Selamatkan Perusahaan

Joko Widodo mengumumkan temuan pasien pertama Covid-19 di Indonesia, Senin (2/3/2020), pelan tapi pasti jumlah pasien terus bertambah

tribunjateng/grafis/bram kusuma
ERWIN Ardiansyah wartawan Tribun Jateng 

Oleh Erwin Ardian

Wartawan Tribun Jateng

SEJAK Presiden RI Joko Widodo mengumumkan temuan pasien pertama Covid-19 di Indonesia, Senin (2/3/2020), pelan tapi pasti jumlah pasien terus bertambah.

Data terakhir, dari pemerintah, yang dirilis Sabtu (28/3/2020), total kasus bertambah menjadi 1.155. Dari jumlah itu, pasien yang sudah sembuh 59 orang, sedangkan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 102 orang.

Ditakuti atau tidak, pergerakan virus ini terbukti belum bisa dihentikan. Hanya dalam waktu kurang dari sebulan, makhluk kecil yang berasal dari Wuhan China itu sudah menginfeksi 1.155 orang di Indonesia. Itu jumlah yang tercatat. Diduga masih banyak lagi warga yang terinfeksi, namun belum terdata.

Dampak yang ditimbulkan benar-benar luar biasa. Mungkin untuk pertama kalinya, sejak negara ini berdiri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) didukung pemerintah mengeluarkan imbauan peniadaan ibadah Salat Jumat di beberapa daerah termasuk Jawa Tengah.

Virus Corona sukses membawa rasa cemas ke tingkat maksimal. Masyarakat setiap hari terus disuguhi berita mengerikan soal korban meninggal yang berjatuhan di seluruh dunia.

Meski rasio angka kematian masih di bawah 4 persen, tetap saja Covid-19 dianggap menakutkan. Siapa yang mau mengambil risiko kematian sekecil apapun itu?

Tanpa bermaksud makin membuat takut, ada dampak lain yang tak kalah dahsyat, yakni dampak ekonomi global.

International Monetary Fund (IMF) melalui Direktur Pelaksana (IMF) Kristalina Georgieva mengingatkan ekonomi global memasuki resesi karena wabah virus Corona.

Perkiraan dampak yang akan timbul, saat ini sedang dalam proses penghitungan. IMF belum berani memperkirakan kapan krisis ini akan pulih, karena belum ada kepastian kapan virus ini bisa diatasi.

Untuk mengurangi dampak yang makin parah, IMF meminta seluruh negara mengambil langkah-langkah cepat. Hal yang paling ditakutkan oleh para ahli adalah risiko munculnya gelombang kebangkrutan dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di seluruh dunia.

Sebenarnya, tanpa peringatan dari IMF, bayangan resesi sudah tampak di depan mata. Gangguan Corona langsung menerjang beberapa sektor usaha. Di antara sekian banyak yang terdampak langsung, adalah sektor transportasi, pariwisata dan perhotelan.

Ada pendapat yang mengatakan, saat ini posisi yang paling aman adalah pekerja. Posisi pengusaha lebih sulit. Di tengah kesibukan yang padat pada kondisi normal, justru ada sebagian karyawan yang kini menikmati perlambatan ritme kerja dengan bekerja dari rumah.

Sementara di sisi lain, perusahaan akan berjuang keras hanya untuk sekadar memberikan gaji bulanan karyawannya tepat waktu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved