UNS Solo
Mahasiswa UNS Solo Ciptakan Disinfection Chamber untuk Kurangi Resiko Penularan Covid-19
Sebuah langkah kreatif telah dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan membuat sebuah alat bernama Disinfecti
TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA – Sebuah langkah kreatif telah dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan membuat sebuah alat bernama Disinfection Chamber.
Alat ini bertujuan untuk mengurangi resiko penularan Covid-19.
Beberapa mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan Disinfection Chamber adalah Ilham Wahyu Kuncoro yang merupakan mahasiswa lulusan Program Pendidikan (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2015 dan Kukuh Mukti Wibowo lulusan Prodi PTM angkatan 2014 yang saat ini melanjutkan studi S2 di Teknik Mesin UNS.
Kemudian Atang mahasiswa Prodi PTM angkatan 2016 dan Miftahul Maarif yang merupakan mahasiswa lulusan S2 Fisika tahun 2019.
Keempat mahasiswa ini dibimbing oleh Dr.Eng. Nugroho Agung Pambudi.
Kukuh mengaku alat ini dapat digunakan bagi masyarakat yang tidak bisa melakukan pekerjaan dari rumah.
“Tujuan alat ini diciptakan adalah mengurangi resiko penularan Covid-19, di mana beberapa warga yang beraktivitas di luar sehingga tidak bisa melakukan work from home. Alat ini akan menyemprotkan disinfektan keseluruh tubuh atau pakaian, harapannya dapat membunuh kuman atau virus yang menempel pada tubuh atau pakaian. Jadi, alat ini sebagai pelengkap pencegahan,” ujar Kukuh.
Proses pembuatan disinfection chamber ini memakan waktu 4 hari.
Alat ini dibuat dengan sesederhana dan semurah mungkin.
Juga dibentuk modular sehingga mudah dipasang dan diaplikasikan di berbagai tempat.
Untuk proses produksi selanjutnya akan dibuat sesuai pesanan yang ada.
Untuk penjualan disinfection chamber ini rencana akan dipatok harga dengan kisaran Rp. 1,5 juta.
Saat ini, Kukuh dan teman-temannya dapat memproduksi 2 alat per hari.
Kukuh mengaku, ia dan teman-temannya berinisiatif membuat disinfection chamber untuk ikut andil mengambil peran dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 mengingat kota Surakarta dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.
“Sebenarnya alat ini sudah di buat di beberapa daerah, seperti yang ada di Surabaya, Jakarta dan beberapa daerah. Kami sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin memiliki inisiatif untuk ikut membuat sebagai penanggulangan penyebaran virus Corona.