PSIS Semarang

PSSI Bolehkan Klub Potong Gaji Pemain, Striker PSIS Semarang Harap Gajinya Bulan Maret Dibayar Utuh

Induk organisasi sepakbola nasional, PSSI membolehkan klub peserta memotong gaji pemain terkait penundaan kompetisi karena bencana nasional covid-19 a

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SAPUTRA
Hari Nur Yulianto (kiri) usai cetak gol ke gawang Arema FC 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Induk organisasi sepakbola nasional, PSSI membolehkan klub peserta memotong gaji pemain terkait penundaan kompetisi karena bencana nasional covid-19 atau virus corona.

Hal itu sesuai surat PSSI pada 27 Maret lalu, yang dikirimkan ke klub peserta mengenai kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 dalam status keadaan tertentu darurat bencana virus corona (Covid-19).

Ada enam poin dalam isi surat tersebut.

Nella Kharisma Tersipu Malu Ketika Dory Penabuh Gendang Didi Kempot Akan Nafkahinya dan Anak-anak

Cara Login dan Isi Sensus Penduduk Online 2020 di sensus.bps.go.id, Besok Terakhir  

Jika Jakarta Diisolasi, Bagaimana Nasib Warga Jateng di Sana? Ini Penjelasan Ganjar Pranowo

Lain dari Biasanya, Respon Warga Saat Petugas Jemput Pasien Positif Corona di Majene

Satu hal yang paling menarik yakni klub peserta boleh melakukan perubahan gaji pemain untuk periode bulan Maret, April, Mei, dan Juni yang dikategorikan sebagai force majeure.

"Klub Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani atau disepakati antara klub dan pemain, pelatih dan offisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja," demikian isi surat tersebut.

Merespon hal itu, striker PSIS, Hari Nur Yulianto berharap segera ada pertemuan antara perwakilan pemain dan manajemen untuk membahas soal gaji pemain.

Ia mengaku, masih menunggu kabar dari manajemen terkait hal itu.

"Kalau dari manajemen belum ada pemberitahuan kontrak, termasuk rencana pembaruan gaji yang dibayarkan sebesar 25 persen.

Belum ada pembicaraan apapun dengan semua pemain," kata Hari Nur, Senin (30/3/2020).

Pemain berusia 30 tahun ini mengatakan, jika memungkinkan, ada kesepakatan antara pemain dan manajemen untuk sama-sama mencari jalan tengahnya.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved