Berita Semarang

Pemkot Semarang Siapkan Makam Khusus Pasien Positif Corona, Ini Lokasi yang Dinilai Paling Mungkin

Pemkot Semarang Siapkan Makam Khusus Pasien Positif Corona, Ini Lokasi yang Dinilai Paling Mungkin

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) memberikan keterangannya usai mengecek kesiapan ruang isolasi PDP virus corona di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Minggu (29/3/2020). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai membahas rencana penyiapan tempat pemakaman khusus bagi pasien positif corona (covid-19) yang meninggal dunia.

Hal ini menyusul adanya pasien corona yang meninggal.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Pemkot sudah mengidentifikasi beberapa tempat pemakaman umum (TPU) milik pemerintah yang dapat dijadikan untuk tempat pemakaman bagi pasien corona yang meninggal.

Pertanyaan Terbesar Saat Ini, Kapan Pandemi Corona di Indonesia Berakhir ? Ini Jawaban Ahli

Nikah Muda dengan Pembalap Berprestasi, Artis Cantik Raya Kitty Dikabarkan Gugat Cerai Suaminya

Paru-paru Jadi Incaran Virus Corona, Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Menjaga Kesehatannya

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

"Setelah beberapa korban meninggal, kemudian ada kegalaluan masyarakat di tempat pemakaman umum, kami mesti merencanakan hal itu," tutur Hendi, sapaannya.

Dari hasil identifikasi, pihaknya mendapatkan lokasi yang dinilai laik dan pantas yakni di Ngadirego, Mijen, Semarang.

Saat ini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang sedang menata lokasi agar benar-benar steril dan terpisah dengan TPU lain.

Sementara, Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, sebelumnya Disperkim sudah menyurvei dua lokasi yakni Ngadirego dan BSB Jatisari.

Dari segi jarak antara makam dan perumahan warga, TPU Ngadirgo dinilai cukup memenuhi dibanding TPU lainnya.

"Jarak tembok makam dan penduduk sekitar 200 meter. Luas makam tersebut 4.000 meter persegi. Kami ambil TPU yang paling jauh dari pemukiman," terangnya, Rabu (1/4/2020).

Ali menyebutkan, TPU Ngadirgo sudah siap pakai namu memang masih kosong.

Sekeliling makam sudah dibangun tembok. Jalan makam juga sudah memenuhi syarat.

"Sementara memang belum ada pendekatan sama masyarakat. Kami akan komunikasi. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima.

Dimana lagi kalau tidak disitu karena TPU lain seperti Bergota, Banjardowo, dan lainnya sangat dekat dengan masyarakat," jelasnya. (eyf)

Pertanyaan Terbesar Saat Ini, Kapan Pandemi Corona di Indonesia Berakhir ? Ini Jawaban Ahli

Nikah Muda dengan Pembalap Berprestasi, Artis Cantik Raya Kitty Dikabarkan Gugat Cerai Suaminya

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved