Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

WABAH CORONA: Perekonomi Lesu, Sektor Makanan Diminta Tingkatkan Produksi

Sejumlah perusahaan di Jateng mulai merumahkan karyawannya demi mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut.

Tayang:
tribunjateng/hermawan endra wijanarko
Indofood Siapkan 42 Bus Angkut Ribuan Pedagang Warmindo Mudik Gratis 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Semakin meluasnya wabah Covid-19 di Indonesia, membuat perekonomian lesu.

Sejumlah perusahaan di Jateng mulai merumahkan karyawannya demi mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut.

Namun bagi perusahaan di sektor makanan, produksi harus tetap jalan. Sebut saja Indofood, masih terus produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Arie Sastra, HR & GA PT Indofood CBP Sukses Makmur Seasonings Division Semarang, mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan BNPB untuk terus mendukung kebutuhan pokok masyarakat.

"Kami diminta untuk terus meningkatkan produksi, karena salah satu sektor bisnis yang sedang dibutuhkan selain farmasi. Tapi dengan catatan tetap bekerja secara hati-hati dan mematuhi aturan dari pemerintah," kata Arie Sastra.

Sejak masuknya virus Covid19 di Indonesia, PT Indofood sudah memberlakukan aturan karyawan yang masuk pabrik wajib menggunakan masker, cuci tangan, dan cek suhu tubuh.

Perusahaan ini pun juga menyediakan bilik ruang disinfektan yang wajib dilalui oleh seluruh karyawan.

Setelah Amerika Babak Belur, Donald Trump Bicara Berbeda Soal Virus Corona : Itu Ganas

WABAH CORONA: Perekonomi Lesu, Sektor Makanan Diminta Tingkatkan Produksi

HOROR! Siswi SMK Diperkosa 7 Siswa Kakak Kelasnya di Ruang Kelas Praktik Sekolah, Ini Kronologinya

Mael Lee Preman Terkuat di Bumi Menikah dengan Intan Ratna Juwita, Bukan Suami Kaleng-kaleng

"Saat antre makan pun, kami minta mereka untuk mamatuhi jarak satu meter antar karyawan. Termasuk saat kerja untuk menjaga jarak masing-masing dan meminimalisir kontak fisik," tambahnya.

Bila ada karyawan yang diketahui suhu tubuhnya di atas 38 derajat, perusahaan tidak serta merta memulangkan atau mengarahkannya menuju ke rumah sakit rujukan.

Namun, karyawan tersebut harus berdiam diri di ruang tertutup selama beberapa menit.

"Tujuan kami supaya suhu tubuh orang tersebut normal kembali. Karena cuaca di luar bisa saja mempengaruhi suhu tubuh.

Tapi jika tetap tinggi suhu tubuhnya, maka akan kami sodorkan sebuah formulir yang berisi beberapa pertanyaan," tegas dia.

Di dalam formulir tersebut, karyawan disuruh untuk menjawab pertanyaan dengan jujur. Pertanyaan-pertanyaan yang tertuang dalam formulir itu tak lain berkaitan dengan rekam jejak perjalan karyawan selama tujuh hari sebelumnya.

"Jika kami nilai dia pernah bertemu langsung dengan orang positif Covid-19, maka akan kami arahkan untuk menuju ke Rumah Sakit Tugurejo, yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pemerintah. Kami tidak menganjurkan karyawan yang diduga ODP untuk pulang ke rumah, karena berisiko menulari orang lain," tuturnya.
Terpisah, Wakil Ketua Kadin Kota Semarang Bidang UKM dan Ekonomi Kerakyatan, Naneth Ekopriyono menuturkan, kebijakan pemerintah terkait relaksasi kredit belum sampai ke tataran bawah.

Buktinya, beberapa bank di daerah menyampaikan belum ada arahan dari pimpinan terkait program relaksasi tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved