Breaking News:

Berita Semarang

Napi Narkotika Bebas karena Corona, BNNP Jateng: Jika Mengulangi, Kita Tangkap Lagi

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan mengaku, telah memantau ratusan napi dari lapas maupun rutan di Jateng yang bebas secara serentak pada R

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan. (Gum). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng mendapat tugas ekstra dengan diberlakukannya aturan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 mengenai antisipasi wabah virus corona Covid-19 di seluruh Indonesia.

Sebab, dalam Permenkumham tersebut, para napi yang memenuhi sejumlah syarat akan dibebaskan secara bersyarat guna menindaklanjuti aturan physical distancing di dalam Lapas.

Satu syarat di antaranya berlaku bagi para napi yang mendapat pidana di bawah lima tahun karena kasus narkotika.

Najwa Shihab Skakmat Yasonna Laoly soal Napi Koruptor Bebas Dampak Virus Corona: Cek Setya Novanto

Kepergok Berduaan di Kamar dengan Mahasiswa, Wanita Hamil Ini Ngaku Mau Bunuh Diri

Geram, Faisal Basri: Keterlaluan, Luhut Pandjaitan Lebih Bahaya dari Virus Corona

Dinkes Kebumen: Masyakarat yang Positif Corona dari Rapid Test Jangan Panik, Masih Ada Uji Swab

Update Corona 4 Maret 2020 Indonesia: Pasien Positif Tembus 2.092 Orang, 191 Meninggal

Sebelum Terbakar, Mobil Wakil Jaksa Agung Menabrak Median Jalan di Tol Jagorawi

Hal itu membuat BNNP Jateng langsung memonitoring pergerakan para napi kasus narkotika yang baru dibebaskan per Rabu (1/4/2020) lalu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan mengaku, telah memantau ratusan napi dari lapas maupun rutan di Jateng yang bebas secara serentak pada Rabu (1/4/2020) lalu.

"Lewat jaringan-jaringan kami, mereka akan dipantau. Jika terindikasi mengulangi kasus yang sama, kita tetap akan menangkap dan memproses mereka meski baru dibebaskan," ungkap Brigjen Pol Benny saat dikontak Tribunjateng.com, Sabtu (4/4/2020).

Dia menjelaskan, para napi dengan pidana kasus narkoba di bawah lima tahun ini punya kemungkinan untuk terlibat kasus yang sama. Minimalnya, kata Benny, mereka ternyata masih memiliki hubungan dengan beberapa napi bandar narkoba yang masih menjalani masa tahanan.

Jika masih terhubung, Benny mewaspadai para napi yang bebas bersyarat akan dikendalikan menjadi seorang kurir paket narkoba.

"Ini yang kami waspadai. Maka dari itu, BNNP langsung memonitoring tiap Lapas di Jateng untuk mengetahui jumlah napi yang dibebaskan secara bersyarat karena virus corona Covid-19," tegasnya.

Sementara, dari data terkini per Sabtu (4/4/2020) ini, Kanwil Kemenkumham Jateng menyebut, ada sebanyak 2000 lebih napi telah dibebaskan secara bersyarat dari lapas maupun rutan di Jateng.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jateng, Marasidin Siregar mengatakan, ribuan napi yang dibebaskan itu berasal dari 46 lapas di Jateng.

"Hal ini kita tempuh karena lapas-lapas maupun rutan sudah over kapasitas, terutama di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang. Di sana paling krodit. Sedangkan, kita harus menerapkan social distancing. Maka, kita menindaklanjuti Permenkumham Nomor 10 tentang penanggulangan Covid-19," ujar Marasidin terpisah. (Tribunjateng/gum)

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun Wakil Jaksa Agung Arminsyah Meninggal Kecelakaan di Tol Jagorawi

Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Tengah Pandemi Corona, Ini Saran Gokter RSUP Kariadi Semarang

 2 PDP Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia, 144 Orang masih Dalam Pemantauan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved