Virus Corona Jateng
Ada Wabah Virus Corona Bolehkah Diet? Ini Kata Dokter Anna Kepala UDD Kota Semarang
Memiliki tubuh yang ideal memang menjadi dambaan banyak orang. Tak jarang, orang melakukan berbagai
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memiliki tubuh yang ideal memang menjadi dambaan banyak orang.
Tak jarang, orang melakukan berbagai program diet untuk mendapatkan tubuh yang diinginkan tersebut.
Namun akhir-akhir ini, diet begitu dilematis bagi orang yang menginginkannya.
• Viral Ojol 59 Tahun Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km, Tertipu hanya Ditinggali Sandal
• KABAR DUKA, Dokter Ketty Herawati Sempat Tangani Menhub Budi Karya Meninggal, Status Positif Corona
• Dikritik soal Pembebasan Koruptor, Yasonna Laoly Labrak Najwa Shihab: Suudzon Banget Sih Provokatif
• Update Corona 5 April 2020 Dunia: Indonesia Peringkat 37 Persis di Bawah Arab Saudi
Hal itu lantaran di tengah virus corona yang kian mewabah, masyarakat sangat perlu memerhatikan asupan yang diterima tubuh.
Lantas, bolehkah menjalankan diet di saat ada wabah virus corona?
Seorang dokter yang menjadi Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, dr Anna Kartika, M Biomed mengatakan, diet pada saat terjadi wabah virus corona seperti sekarang ini tidaklah dianjurkan.
Hal itu bertujuan agar imunitas tubuh tetap terjaga.
"Di saat ada wabah virus corona seperti ini, perlu mengesampingkan diet terlebih dahulu.
Kecuali kalau asupan gizi seimbang, tidak masalah," ujarnya kepada tribunjateng.com, Sabtu (4/4/2020).
Menurutnya, saat menjalani diet, banyak asupan yang dikurangi.
Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap daya imun tubuh.
"Terkadang diet itu mengurangi banyak asupan, kalau tidak menambah vitamin ya memang berat," lanjutnya.
Lantas ia menambahkan, dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh tersebut dapat dilakukan dengan pemberian vitamin.
Terutama vitamin C.
Dokter Anna menerangkan, kandungan vitamin C yang tinggi di antaranya dapat ditemukan pada buah-buahan seperti jeruk dan kiwi.
Tak hanya vitamin C, perlu adanya keseimbangan dalam pemberian asupan tersebut seperti vitamin B, E, D, dan lainnya.
"Vitamin tidak harus vitamin C saja, tetapi juga harus seimbang.
Misalnya sayur bayam, kangkung, kacang-kacangan, itu bagus juga.
Apalagi brokoli, untuk darah juga bagus.
Kalau pas menstruasi terkadang darah drop, sebenarnya sayur-sayur hijau itu bagus untuk kesehatan," lanjutnya.
Dokter Anna menambahkan, di tengah wabah Covid-19 ini masyarakat tak boleh hanya mengandalkan vitamin.
Tetapi juga tetap memerhatikan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan istirahat dengan cukup.
Di samping itu, diperlukan olah raga rutin agar tubuh tetap seimbang.
Juga berjemur di bawah terik sinar matahari di saat pukul 10.00 WIB selama 15 menit.
"Jangan lupa minum air putih rata-rata dua liter perhari," tukasnya. (idy)
• Angkasa Pura Batasi Operasional Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang, Tutup Lebih Cepat
• Ketidakjujuran Pasien dan Data yang Bias Perparah Penyebaran Virus Corona di Jateng
• BREAKING NEWS : 1 Dokter di Kabupaten Batang Positif Virus Corona Setelah Rapid Test, Tak Ada Gejala
• 1 Warga Pati Positif Virus Corona Dirawat di Kudus, Sempat Beli Ikan di Dukuhseti dan Bertemu Ortu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-diet_20170309_123637.jpg)