Puasa Ramadhan
Beda Hisab dan Rukyat Melihat Hilal, Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan 2020 di Indonesia
Inilah dua metode penentuan awal Ramadhan dan Syawal 2020 di Indonesia, yaitu hilal (rukyat) dan hisab.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Inilah dua metode penentuan awal Ramadhan dan Syawal 2020 di Indonesia, yaitu hilal (rukyat) dan hisab.
Metode hilal dan hisab adalah metode yang menjadi rujukan bagi masing-masing yang meyakininya.
Bulan Ramadhan memang menjadi bulan yang ditunggu oleh seluruh umat Islam, tak terkecuali di Indonesia.
Masyarakat biasanya menunggu pengumuman resmi awal Ramadhan dari sidang isbat yang digelar oleh pemerintah.
Pada sidang isbat tersebut, pemerintah akan mengeluarkan jadwal resmi yang bisa menjadi acuan warga.
Ada dua metode penentuan awal Ramadhan, yaitu metode rukyat (melihat hilal) dan hisab.
Dua metode tersebut dipakai masing-masing digunakan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyat dan Muhammadiyah hisab.
Pemerintah yang diprakarsai oleh Kementrian Agama menggabungkan keduanya.
Pertama menggunakan hisab, lalu melihat hilal, sebagai penentunya diputuskan dengan sidang isbat.
Apakah Anda tahu pengertian hisab dan rukyat?
Hisab
Hisab adalah perhitungan secara astronomi.
Dalam ilmu falak, hisab sering digunakan untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.
Posisi matahari dalam Islam menjadi penentu perhitungan waktu sholat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/candi-sukuh-diyakini-sebagai-lokasi-strategis-memantau-hilal_20180911_192115.jpg)