Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Bukan Isapan Jempol Perintah Presiden Filipina Duterte, 1 Pria Ditembak Mati Langgar Aturan Lockdown

Seorang pria di Filipina ditembak mati setelah melanggar aturan lockdown. Pria 63 tahun itu mengancam menolak diperiksa saat melintasi pos pemeriksaan

Tayang:
Editor: galih permadi
Kolase (Sumber : BBC.com, philstar.com)
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, akan memerintahkan polisi dan tentara untuk menembak mati para perusuh selama masa lockdown di Luzin, Filipina. 

Sesuai Perintah Presiden Filipina Duterte, Seorang Pria Ditembak Mati Melanggar Aturan Lockdown

TRIBUNJATENG.COM, MANILA - Perintah Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menembak mati bagi warga yang berbuat onar saat lockdown bukan isapan jempol.

Seorang pria di Filipina ditembak mati setelah melanggar aturan lockdown.

Pria 63 tahun itu mengancam menolak diperiksa saat melintasi pos pemeriksaan Covid-19 .

Kabar Buruk di Tengah Corona, Gaji ke-13 dan THR PNS Ditunda atau Dipotong? Ini Kata Sri Mulyani

Motivator Tung Desem Waringin Dinyatakan Positif Corona : Tetap Semangat dan Tetap Gembira

Wakil Dirut PLN: Mulai Hari Ini Token Listrik Gratis dan Diskon 50 % Sudah Bisa Diakses, Ini Caranya

Kabar Gembira di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Umumkan Aturan Tentang THR, Simak Selengkapya

Pria ini diyakini mabuk saat mengancam petugas keamanan di pos pemeriksaan Kota Nasipit, Provinsi selatan Agusan del Norte.

"Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker," menurut laporan polisi, melansir Al Jazeera.

"Tapi tersangka marah, mengucapkan kata-kata memprovokasi dan akhirnya menyerang personil menggunakan sabit."

Kemudian pria itu ditembak mati oleh polisi yang berusaha menenangkannya.

Insiden ini menjadi kasus pertama penembakan warga sipil karena menolak aturan lockdown di Filipina.

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte telah memperingatkan akan mengerahkan polisi dan militer untuk menembak siapapun yang melanggar lockdown.

"Ikuti pemerintah saat ini karena ini adalah saat yang kritis," jelas Duterte pada Rabu silam.

Situasi Lockdown

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, meminta polisi dan tentara untuk menembak mati siapa saja yang 'berbuat onar' selama penerapan lockdown di Pulau Luzon, Filipina.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (2/4/2020), ancaman Duterte ini muncul setelah muncul demo warga, yang mengaku mereka belum menerima subsidi makanan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah Filipina.

"Mari jadikan ini sebagai peringatan untuk semua. Ikuti pemerintah saat ini, karena apa yang kami lakukan ini sangat penting," kata Duterte, dalam siaran di televisi Filipina, Rabu (2/4/2020).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved