Berita Regional
Mulai Malam Ini, Bisa Saksikan Fenomena Bulan Purnama Perigee Supermoon, Ini Penjelasan LAPAN
Fenomena langit langka akan menghiasi langit Indonesia malam ini, Selasa (7/4/2020) hingga Rabu (8/4/2020).
Mulai Malam Ini, Bisa Saksikan Fenomena Bulan Purnama Perigee Supermoon, Ini Penjelasan LAPAN
TRIBUNJATENG.COM - Fenomena Bulan Purnama Perigee Supermoon bisa disaksikan malam ini.
Fenomena langit langka akan menghiasi langit Indonesia malam ini, Selasa (7/4/2020) hingga Rabu (8/4/2020).
Fenomena langka tersebut yakni munculnya Bulan Purnama Perigee Supermoon, dikenal juga sebagai Super Pink Moon, Sprouting Grass Moon, Growing Moon, dan Egg-Egg.
• Tak Takut Corona, WNA China Nekat ke NTT Demi Temui Wanita Kenalannya di Medsos
• Rocky Gerung Tak Yakin Luhut Pandjaitan Urusi Youtube Said Didu Hingga Berselisih: Ada yang Bisikin
• Pengakuan Penggali Kubur Jenazah Pasien Virus Corona: Ketika Ambulans Tiba, Jantung Berdegub Cepat
• Masih Ingat Driver Ojol Ditipu Penumpang Setelah Antar Sejauh 230 Km? Begini Nasibnya Sekarang
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui akun Instagram resminya, @lapan_ri menyebutkan, bulan purnama ini akan menjadi yang terbesar sepanjang 2020.
"Supermoon merah muda, kadang-kadang disebut bulan purnama Paskah, mengisi langit malam dengan cerah dan bercahaya untuk musim semi," tulis @lapan_ri.
Lapan menjelaskan, Bulan Purnama Perigee Supermoon terjadi karena bulan berada di belakang Bumi (jika dilihat dari Matahari).
Wajah Bulan akan sepenuhnya diterangi cahaya Matahari.
Fase ini akan terjadi pada Rabu (8/4/2020) pukul 09.35 WIB.
Jika dihitung, jarak Bumi dengan Bulan adalah 357.035 Km (0,997 x jarak rata-rata Bumi - Bulan) dengan ukuran diameter mencapai 33,47 menit busur.
Fenomena ini disebut masyarakat Amerika Serikat sebagai bulan purnama penuh atau Supermoon karena menandakan munculnya lumut merah muda, atau phlox tanah liar.
Lumut merah tersebut merupakan salah satu bunga musim semi pertama.
Selain itu, bulan ada beberapa fenomena langit lainnya yang bisa disaksikan pada bulan April.
Berikut fenomena langit lainnya yang dapat disaksikan sebagaimana Tribunnews kutip dari Lapan.go.id:
1. Hujan Meteor Lyrids