Berita Regional
Mulai Malam Ini, Bisa Saksikan Fenomena Bulan Purnama Perigee Supermoon, Ini Penjelasan LAPAN
Fenomena langit langka akan menghiasi langit Indonesia malam ini, Selasa (7/4/2020) hingga Rabu (8/4/2020).
Lyrids merupakan hujan meteor biasa yang menghasilkan sekira 20 meteor per jamnya pada saat puncak.
Meteor-meteor ini diproduksi oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/ 1861 G1 Thatcher.
Sementara Komet C/ 1861 G1 Thatcher ditemukan pada tahun 1861.
Hujan metor Lyrids berlangsung setiap tahun mulai 16 hingga 25 April.
Puncak hujan meteor tahun ini pada malam tanggal 22 April dan pagi tanggal 23 April.
Terkadang meteor ini dapat menghasilkan jejak debu cerah yang dapat bertahan beberapa detik di Angkasa.
Berkat langit gelap akibat bulan yang hampir baru, membuat jejak debu dapat dilihat secara jelas.
2. Bulan Baru
Pada 23 April 2020 mendatang, Bulan akan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari.
Bulan tidak akan nampak di langit pada malam hari.
Fase ini terjadi pada 02.27 UTC atau 09.27 WIB.
menurut LAPAN, ini merupakan waktu terbaik untuk mengamati benda-benda redup seperti galaksi dan gugusan bintang.
Hal itu karena tidak ada cahaya bulan yang akan mengganggu.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bulan Purnama Perigee Super Pink Moon Terbesar Bisa Disaksikan Mulai Malam Ini di Langit Indonesia
• Ilmuwan Iwan Ariawan Prediksi Puncak Penyebaran Corona di Bulan Ramadhan dan Berakhir di Mei-Juni
• 2 Kecamatan di Kota Semarang Masih Bersih dari Wabah Corona, Tembalang Terbanyak
• BREAKING NEWS, 2 Pasien Dinyatakan Positif Corona di Demak, Pulang dari Jakarta, Sekda: Status Siaga
• Mudik ke Semarang Bakal Dicegat Polisi di Perbatasan, Ini Alasannya