Ngopi Pagi

FOKUS : Waspada Tsunami PHK

Wabah virus corona di Indonesia, nampaknya belum ada tanda berakhir. Data yang dirilis pemerintah Rabu (8/4) sore, total ada 2.956 kasus Covid-19

Grafis:Tribunjateng/Bram Kusuma
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda 

Oleh M Nur Huda

Wartawan Tribun Jateng

Wabah virus corona di Indonesia, nampaknya belum ada tanda berakhir. Data yang dirilis pemerintah Rabu (8/4) sore, total ada 2.956 kasus Covid-19 di Tanah Air. Terjadi penambahan 218 pasien dari hari sebelumnya.

Sementara itu, kabar buruk beberapa waktu terakhir terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sejumlah daerah.

Kementerian Tenaga Kerja merilis data terbaru ada sejumlah 130.456 pekerja yang terkena PHK akibat wabah virus corona.

Di DKI Jakarta 30.137 pekerja di-PHK, 132.279 pekerja dirumahkan tanpa upah. Di Jawa Barat hingga 5 April ada 5.047 pekerja terkena PHK sedangkan yang dirumahkan sejumlah 14.053 pekerja dari 1.476 perusahaan/industri.

Di Jatim, 1.923 pekerja kena PHK dan 16.086 pekerja dirumahkan dari 29 perusahaan. Di Jateng hingga 6 April 2020 ada 24.240 pekerja dari 191 perusahaan terkena PHK dan dirumahkan.

Persoalan yang dihadapi pengusaha sebagaimana pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, tidak adanya pemasukan ke perusahaan akibat dampak virus corona.

"Sekarang customer-nya tidak datang, tidak ada penjualan, otomatis enggak sanggup karena enggak ada cash inflow. Perusahaan itu kan ditopang adanya cashflow, nah sekarang enggak ada," katanya.

Menengok data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah awal April 2020, sektor yang banyak terpengaruh virus corona adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Ekspor-Impor produk dan bahan baku terhambat status lockdown di berbagai negara.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved