Virus Corona Jateng
DPRD Kota Salatiga Usul Libatkan Psikolog Bantu Tangani Pasien Virus Corona, Ini Alasannya
DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya psikolog yang dilibatkan dalam perawatan pasien positif virus Corona (Covid-19) di Rumah Sakit Paru Dr Ario Wira
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya psikolog yang dilibatkan dalam perawatan pasien positif virus Corona (Covid-19) di Rumah Sakit Paru Dr Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga.
Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan pelibatan seorang psikolog dinilai penting karena pasien covid-19 rawan terganggu kesehatan kejiwaannya.
"Setelah melihat perkembangan kasus virus Corona ini menurun, saya usulkan penanganan pasien covid turut didampingi psikolog.
• Penampar Perawat di Semarang Akhirnya Ditangkap Polisi, Ternyata Penjaga Malam Sekolah Dasar
• Anang Hermansyah Akhirnya Buka Suara Soal Rencana Aurel Nikah Muda: Ga Ada yang Berani Ngomong
• Ketahuan Pakai Kamera Jahat, Selebgram Ini Hapus Akun Medsos, Foto Asli Telanjur Viral
• Menolak Diisolasi, PDP Corona Klaster Ijtima Jamaah Tabligh Ngamuk Ancam Perawat dan Dobrak Pintu
Saat rapat Tim Gugus Tugas juga sudah saya minta dibentuk divisi psikologi," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (12/4/2020)
Menurut Dance, para pasien Corona berpotensi terganggu kejiwaannya karena saat menjalani perawatan medis mereka dalam stres tinggi.
Aturan melarang keluarga menemani, sehingga sebaiknya ada pendampingan seorang psikolog.
Ia menambahkan, secara fisik perawatan telah dilakukan oleh tim medis tetapi secara kejiwaan juga perlu menjadi perhatian supaya motivasi untuk sembuh terus terjaga.
"Secara khusus kepada perwakilan rumah sakit yang melakukan perawatan pada ruang isolasi kami meminta dipasang TV atau melalui speaker diberikan materi motivasi," katanya
Dikatakannya, hal serupa juga berlaku bagi orang tanpa gejala (OTG), dan orang dalam pemantauan (ODP) Corona karena mereka harus mengisolasi secara mandiri di rumah.
Lebih lanjut Dance menyebutkan, orang yang terindikasi positif corona rawan imunitasnya menurun lantaran merasa sendirian.
Kemudian pemahaman warga wabah seolah adalah aib.
"Karena itu penting adanya divisi psikologis, nanti secara teknis kerja bisa dikoordinir lewat gugus tugas.
Pendampingan psikologis juga dapat melibatkan tokoh agama," ujarnya
Tambahan informasi sampai hari ini Minggu (12/4/2020) pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 2 orang, sedangkan ODP sebanyak 26 orang dan OTG sejumlah 31 orang. (ris)
• Kurangi Aktivitas Warga karena Wabah Virus Corona, Pemkab Sragen Gagas Pasar Online
• Inilah Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan 2 Pemotor di Comal Baru Pemalang
• Sambil Menahan Tangis, Penampar Perawat di Semarang : Saya Menyesal dan Minta Maaf
• Dampak Virus Corona di Kabupaten Tegal, Okupansi Hotel di Kawasan Wisata Guci Tersisa 10 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketua-dprd-kota-salatiga-dance-ishak-palit-tribunjatengcomm-nafi.jpg)