Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 1 2020

Kim Jeffrey Gelandang Persib Bandung Tak Ingin Liga 1 2020 Berakhir Seperti Kompetisi Musim 2015

Kim Jeffrey Gelandang Persib Bandung Tak Ingin Liga 1 2020 Berakhir Seperti Kompetisi Musim 2015

KIMKURNIAWAN/INSTAGRAM
Kim Jeffrey Gelandang Persib Bandung Tak Ingin Liga 1 2020 Berakhir Seperti Kompetisi Musim 2015 

Kim Jeffrey Gelandang Persib Bandung Tak Ingin Liga 1 2020 Berakhir Seperti Kompetisi Musim 2015 

TRIBUNJATENG.COM - Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan tak ingin LIga 1 2020 terhenti.

Ia tak ingin kompetisi berakhir seperti tahun 2015 silam.

Pemain berdarah Jerman ini berharap wabah corona segera teratasi dan kompetisi bisa dimulai lagi.

"Kita berharap semua segera kembali baik lagi. Wabah ini segera berakhir supaya kehidupan normal dan liga bergulir lagi," ucapnya dikutip dari laman Persib Bandung.

Resmi Pacaran, Awkarin Gencar Pasang Hashtag #DirumahAja dengan Anak Menteri Wishnutama

Kondisi Darurat Force Majeure, PSSI Tunda Liga 1 dan Liga 2 Sampai Akhir Mei 2020

Harvey Moeis Larang Sandra Dewi Libatkan Anak Syuting, Ini Jawaban Mikhael

Curhat Driver Ojol Tetap Tetap Dikejar Debt Collector Walau Perlihatkan Video Pernyataan Jokowi

Sebagaimana diketahui, musim 2015 kompetisi terpaksa dihentikan karena PSSI mendapat sanksi dari FIFA.

Liga resmi baru bisa bergulir dua tahun kemudian, setelah ISC 2016 diputar sebagai pengganti kompetisi.

"Situasi sebenarnya mirip dengan 2015."

"Mungkin bedanya adalah bahwa 2015 ada kepastian kompetisi berhenti kalau sekarang masih digantungkan."

"Cuma semoga nanti tetap berjalan lagi dan tidak sampai berhenti total," kata pemain bernomor punggung 23 ini.

Madura United Ingin Liga 1 2020 Di-Shutdown

Hal sebaliknya justru disampaikan oleh Direktur Madura United Haruna Soemitro yang meminta kompetisi Liga 1 2020 dihentikan.

Menurut Haruna Soemitro, akan terjadi banyak masalah jika Liga 1 2020 dilanjutkan bulan Juni nanti.

Haruna Soemitro meminta agar kompetisi di-restart ke musim depan 2021.

Tujuannya agar tiap klub mendapatkan kepastian.

Selain itu, klub juga bisa memfokuskan target ke musim depan.

"Saya tak mau berandai-andai."

"Lebih baik, kompetisi 2020 di-shut down."

"Kita restart sepak bola Indonesia pada 2021."

"Sehingga pemain dan klub dapat kepastian dan fokus ke musim 2021,” kata Haruna dikutip dari laman resmi Madura United.

Lebih lanjut, Haruna menilai, saat PSSI memaksakan kompelisi bergulir bulan Juni bakal sangat berdekatan dengan bursa transfer.

Diketahui, Bulan Juli telah memasuki bursa transfer.

”Jika PSSI memutar Iagi kompetisi bulan Juni akan berbenturan dengan masa TMS (transfer matching system),karena FIFA membuka lagi TMS windows kedua bulan Juli," sambungnya.

Menurutnya, pemaksaan kompetisi bakal membuat klub masuk masa sulit.

Sebab, pertandingan baru berlangsung sekitar empat Iaga, namun kIub sudah dihadapkan terhadap evalusi pemain.

"Jika ditotal tujuh partai, ditambah yang tiga pekan lalu. Tujuh laga tak cukup untuk menilai kinerja pemain asing yang ada."

"Bila bulan Juni diputar lagi, klub-klub memainkan empat pertandingan," jelas Haruna.

Di samping ilu, Haruna menerangkan, langkah me-restart kompetisi akan mangurangi beban PSSI yang harus fokus menangani even besar Piala Dunia U20 yang akan berlangsung di lndonesia.

"Jika musim 2020 di-shutdown, kami juga mengurangi beban pikiran PSSI."

"Sehingga federasi bisa fokus menyiapkan Piala Dunia U20 mendatang, tanpa terganggu kompetisi domestik," pungkasnya.

Status Darurat Force Majeure

Diberitakan sebelumnya, PSSI telah menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana virus corona untu Liga 1 dan Liga 2 2020.

Saat ini belum ada solusi yang terbukti ampuh untuk mengendalikan penyebaran virus corona di Indonesia.

Bahkan ada potensi, persebaran virus corona ini akan semakin luas.

Selain itu, belum diketahui pula kapan virus corona ini akan berakhir.

Menindaklanjuti hal ini, PSSI melalui Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan membuat sejumlah keputusan terkait masa depan pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2.

Keputusan ini tertera dalam Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020.

Surat tersebut juga mengacu pada arahan Presiden Jokowi, Maklumat Kapolri, Surat Keputusan BNPB tentang perpanjangan status darurat bencana wabah virus corona.

Selain itu, juga mempertimbangkan masukan dan saran dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI, PT Liga Indoensia Baru (LIB), serta klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2.

“Saya selaku Ketua Umum PSSI memutuskan, bahwa PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei dan Juni adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan kahar atau force majeure,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Berikut ini opsi kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 yang sudah diputuskan oleh PSSI:

Liga 1 dan Liga 2 Ditunda hingga 29 Mei

Iwan Bule menyebut Liga 1 dan Liga 2 akan ditunda sampai 29 Mei 2020.

Akhir Mei dinilai waktu yang paling ideal saat ini sebagai batas waktu penundaan Liga.

Namun jika keadaannya tidak memungkinkan, besar kemungkinan ada keputusan susulan dari PSSI.

“Dengan ini saya memutuskan menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai dengan 29 Mei 2020," kata Iwan Bule.

Dimulai lagi 1 Juli 2020

Jika pemerintah Indonesia tidak memperpanjang status darurat atau Liga ditunda hingga 29 Mei, Liga bisa dimulai lagi pada 1 Juli 2020.

"Apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka PSSI menginstruksikan PT LIB untuk dapat melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 terhitung mulai 1 Juli 2020,” ujarnya.

Liga 1 dan Liga 2 Bisa Dihentikan

Namun jika kondisi tak kunjung membaik, Liga 1 dan Liga 2 bisa dihentikan oleh PSSI.

Selanjutnya untuk urusan penjadwalan hingga promosi dan degradasi akan diatur secara terpisah.

“Hal-hal terkait teknis, termasuk penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub pada pihak ketiga, promosi dan degradasi, akan saya atur kemudian pada surat keputusan terpisah,” jelasnya.

Tiga opsi di atas menjadi keputusan bersama dan disepakati oleh mayoritas tim yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2.

Terkait gaji, Iwan Bule meminta setiap klub untuk melakukan perubahan kontrak kerja yang disepakati antara klub dan pemain, pelatih serta ofisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.

Ketua Umum PSSI juga membenarkan adanya informasi terkait Piala AFF U-16 dan AFF U-19 yang rencananya digelar di Indonesia pada Juli dan Agustus ditunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

Begitu pula Piala AFF U-18 Putri yang rencananya juga menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah. 

“Kita semua harus berbesar hati."

"Ini adalah kondisi darurat yang melanda umat manusia di dunia."

"Mari kita saling bergandengan tangan, tanpa saling menyalahkan."

"Jika kita kompak dan bersatu, kita akan kuat, bersama melewati ujian ini."

"Amin amin ya robal alamiiin,” pungkas Iriawan.

Sebagai operator kompetisi Liga 1 2020 dan Liga 2 2020, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendukung penuh keputusan PSSI tersebut.

“Menilik dan memerhatikan kondisi saat ini, kami mendukung penuh keputusan tersebut. Kami mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia terhadap penyebaran virus corona dan menghormati keputusan BNPB tentang perpanjangan status tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020,” jelas Direktur Utama PT LIB, Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri. 

“Kami juga akan mempersiapkan segalanya jika kompetisi Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 akan digelar kembali setelah tanggal 1 Juli 2020,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri juga menegaskan bahwa LIB mengutamakan kepentingan untuk kesehatan dan keselamatan pemain serta masyarakat.

“Seperti yang kita informasikan ke publik beberapa pekan lalu saat extraordinary meeting yang diikuti seluruh manajer Liga 1 dan Liga 2 2020, bahwa aspek kesehatan di atas segalanya."

"Itu harus diprioritaskan,” pungkasnya.

(*)

Wander Luiz Pemain Persib Bandung Positif Terinfeksi Virus Corona

Bank Tabungan Negara Masih Optimistis: Perbankan Antisipasi Tekanan Penyaluran KPR

Saran Peraih Nobel tentang Kecepatan Jepang dalam Melawan Virus Corona Mulai Menurun

Hotline Semarang : Balik Nama Sertifikat Paling Lama 3 Bulan

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved