Wabah Virus Corona

Driver Ojol Debitur Leasing di Semarang Keluhkan Putusan Tak Seragam Keringanan Cicilan

Relaksasi kredit untuk para debitur leasing dirasa belum maksimal, keringanan tersebut harus melewati analisis

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Relaksasi kredit untuk para debitur leasing dirasa belum maksimal.

Permintaan keringanan tersebut harus melewati analisis untuk menentukannya.

Hasil analisis dari perbankan atau perusahaan pembiayaan pun dinilai tak seragam.

BREAKING NEWS: Kecelakaan Tabrak Lari di Semarang, Mobil Seret Motor 1,4 Km, Sopir Dihajar Warga

Bima Arya Sembuh Corona, Walikota Bogor Rutin Minum Air Rebusan Jahe dan Sirih Merah Selama di RS

Inilah Sosok Anisha Isa Calon Mantu Sultan Bolkiah-kah? Bukan Orang Sembarangan

Tubuh Ganjar Terbakar Saat Mainan Hand Sanitizer

Menurut Joko Santoso, satu di antara driver ojol asal Semarang, faedah relaksasi kredit tidak dirasakan olehnya.

Pasalnya saat mendatangi perusahaan pembiayaan tempat ia mencicil sepeda motor, Joko masih diminta membayar angsuran.

"Karena mendengar ada keringanan kredit, beberapa waktu lalu saya mendatangi leasing tempat saya mencicil sepeda motor.

Namun mereka tetap meminta saya membayar cicilan bulan ini," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (13/4/2020).

Dilanjutkannya, meski diberi keringanan dengan pemotongan nominal angsuran, namun Joko merasa masih berat.

"Cicilan sepeda motor saya Rp 780 ribu per bulan.

Setelah dianalisis, saya diminta tetap membayar Rp 600 ribu.

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved