Virus Corona Jateng
Bupati Wihaji Perintahkan Perangkat Desa Operasi Masker ke Warga Batang yang Bandel
Bupati Batang Wihaji memerintahkan perangkat desa segera operasi masker ke warga yang membandel tak mau kenakan pelindung saat keluar rumah.
Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Wabah pandemi virus corona menurut prediksi Tim Gugus Tugas Pemerintah Pusat puncak penyebaran akan terjadi pada bulan Juli 2020.
Namun, Bupati Batang Wihaji optimis bahwa apa yang diprediksi bisa digagalkan apabila semua elemen masyarakat kompak dan patuh terhadap imbauan pemerintah dan terapkan metode protokol kesehatan dalam kesehariannya.
"Tugas saya bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) mengagalkan prediksi tersebut, sehingga covid segera selesai dan kembali menjalani hidup normal," tutir Bupati Wihaji, Selasa (14/4/2020).
• Ini Kata Fairuz A Rafiq Terkait Vonis Hukuman Trio Ikan Asin
• Kisah Relawan Covid-19 di Kudus Bujuk Orangtua Beri Izin Bertugas di Karantina
• Lima Kampung Siaga Virus Corona di Semarang Telah Dibentuk
• Awalnya Takut Virus Corona, Para Pendaki Akhirnya Gotong Mayat Wanita Turun Gunung Rinjani
Dikatakannya, kondisi wabah virus corona memang di setiap kecamatan berbeda-beda.
Hal itu dilihat saat orang nomor satu di Kabupaten Batang ini telah keliling ke desa-desa untuk melihat secara langsung kondisi warga di saat wabah virus corona.
"Dari hasil pengamatan saya, masyarakat butuh edukasi tentang bahayanya virus corona dan pencegahan hingga memutus mata rantai itu, sehingga harus serius dioptimalkan oleh Forkopimcam sampai ke tingkat desa," jelasnya.
FOTO:
Masyarakat juga masih banyak yang belum melakukan sesuai instruksi pemerintah yang wajib gunakan masker dan masyarakat desa cenderung masih menganggap virus corona biasa saja.
"Ujung tombak sekarang berada di desa, maka lokalisir masalah sekaligus mencari solusi dan ingatkan masyarakat gunakan masker."
"Kalau perlu Posko Desa percepatan penanganan covid-19 lakukan operasi masker," jelasnya.
Bupati juga menyakini tidak ada masyarakat yang meninggal karena kelaparan gegara covid-19 hal itu selagi yang mampu mau berbagi dan Pemkab wajib hadir membantunya.
"Insyaallah kalau sekedar makan bisa diatasi, yang penting bertahan makan, secara ekonomi memang semua pangaruh sampai ke UMKM dan IKM," jelasnya.
Sementara Kapolres Batang AKBP Abdul Waras mengatakan, prediksi puncak penyebaran covid-19 di bulan Juli.
Maka harus antisipasi bersama sehingga tidak kewalahan.
"Kemampuan daerah terutama RSUD dengan segala keterbatasannya akan sangat kekurangan, oleh karena itu kita mencegah jangan sampai terjadi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-batang-wihaji-14-april-2020.jpg)