Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

MC dan Seniman Pasrah Kehilangan Pekerjaan, Minta Pemkot Semarang Tak Hanya Urus Ojol dan Buruh

Perkumpulan MC dan Seniman yang kehilangan pekerjaan meminta Pemkot Semarang tak hanya mengurus ojol saat wabah corona.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Pengurus PAMMI bersama komunitas pekerja sound system Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pekerja di bidang seni dan hiburan di Kota Semarang kini hanya bisa pasrah, pasalnya wabah virus corona yang telah berlangsung hampir satu bulan ini mematikan penghasilan mereka.

Satu di antaranya Mashudi, yang menggeluti pekerjaan di bidang Master of Ceremony (MC), dia mengaku kehilangan puluhan job lantaran konsumen memilih membatalkan perjanjian kerja sebab adanya virus Corona.

"Pekerjaan yang paling terdampak selama virus Corona adalah para pekerja bidang entertaint."

"Sebab kami mendapatkan rezeki dari keramaian sedangkan saat ini keramaian dilarang keras," terangnya kepada Tribun Jateng, Selasa (14/4/2020).

Viral Wanita Lemparkan Uang ke Kurir Pengiriman Paket, Diduga Takut Kena Corona

WHO: 3 Vaksin Virus Corona Telah Diuji pada Manusia

Pemkab Purbalingga Tingkatkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Corona

Reza Alatas Pemain Ganteng-Ganteng Srigala Positif 3 Jenis Narkoba, Terancam 12 Tahun Penjara

Mashudi menerangkan para pekerja yang berkecimpung di bidang seni dan hiburan meliputi vendor tenda, decorator/kreatif dekor, crew dekor, wedding organizer, crew wedding organizer, fotografer, video shooting, perias, sound engineer, crew sound, catering, tenda dan panggung.

Selanjutnya ada pemain band atau musisi, lighting engineer, lighting designer, lighting, LED engineer crew AC, operator genset, singer event organizer, crew event organizer seniman atau seniwati serta masih banyak lainnya.

"Bayangkan berapa banyak jadwal dari pekerjaan yang saya sebutkan itu, pekerjaan mereka dicancel karena adanya corona," jelasnya.

Dia juga mempertanyakan apakah para pekerja seni tersebut tidak terlihat di mata pemerintah Kota Semarang.

Ini lantaran target bantuan yang dikucurkan Pemkot untuk bantuan terdampak virus Corona hanya meliputi ojek online, buruh tani, sopir, karyawan pabrik dan lainnya.

Padahal pekerjaan tersebut semisal ojol masih bisa bekerja walaupun orderan berkurang.

Buruh tani masih bisa ke sawah, sopir masih ada pesanan walaupun orderan berkurang, karyawan pabrik sebagian masih ada yang masuk kerja.

"Coba lihat pekerjaan yang saya sebutkan, pendapatan mereka karena terdampak corona menjadi nol persen atau tanpa penghasilan."

"Bandingkan dengan ojol, buruh, sopir, karyawan pabrik mereka masih ada penghasilan walaupun turun tapi tidak separah pekerjaan di bidang seni dan hiburan," paparnya.

Menurut Mashudi, Pemkot jangan melihat para pemilik usaha di bidang tersebut melainkan para pekerjanya yang kehilangan penghasilan.

Dia memberikan usulan kepada Pemkot untuk memikirkan nasib orang-orang tersebut karena didalamnya bukan cuma segelintir orang melainkan puluhan, ratusan bahkan ribuan pekerja yang tidak berpenghasilan. Mereka juga memiliki keluarga yang perlu untuk dinafkahi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved