Berita Nasional

Pasar Fisik Timah Batangan Diyakini Akan Rebound

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI merilis data atas transaksi pasar fisik timah batangan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang dikliri

IST
Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang, (sebelah kiri), Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi (sebelah kanan). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI merilis data atas transaksi pasar fisik timah batangan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang dikliringkan di KBI selama quarter I tahun 2020.

Dari data tersebut, selama 3 bulan pertama tahun 2020 tercatat transaksi sebanyak 3.859 Lot dalam 19.285 Ton, dan dengan total nilai transaksi sebesar USD 316.344.303

Transaksi tertinggi selama Quarter I 2020 terjadi di tanggal 24 Januari 2020 dengan jumlah transaksi sebanyak 810 Lot dengan nilai transaksi sebesar USD 68.577.600.

Viral Insinyur Minyak Norwegia Tinggal di Hutan Bersama Suku di Indonesia, Ini yang Membuatnya Betah

Jalan Wahidin Arah Tanah Putih Ditutup Mulai Malam Ini, Kadishub Kota Semarang Berikan Alasannya

Konter HP Black Market di Semarang Mulai Kehilangan Pembeli

Beda Batuk Biasa dan Batuk karena Virus Corona, Kenali dengan Cara Menjawab 5 Pertanyaan Ini

“Pergerakan transaksi pasar fisik timah batangan di bulan maret ini kami yakini hanya sementara, karena efek global yang ada.

Kami optimis, dalam beberapa waktu kedepan, volume transaksi pasar fisik timah batangan di BBJ akan rebound, seiring dengan membaiknya ekonomi dunia pasca wabah corona di China dan sebagian besar negara-negara di dunia,” tutur Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi dalam siaran pers tertulisnya.

Ditambahkannya, wabah corona di China cukup berpengaruh ke ekonomi global.

Saat ini pun, kebijakan pemerintah China sendiri yang sudah ancang-ancang untuk mendorong ekonominya melaju lebih cepat pasca ekonomi mereka turun saat wabah corona.

Hal ini cepat atau lambat akan berpengaruh ke permintaan timah batangan di pasar dunia, termasuk yang ada di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Selain faktor menurunnya permintaan dari China, faktor penyebaran wabah corona ke kawasan Eropa dan Amerika, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika, juga turut memberikan pengaruh terhadap pasar fisik timah batangan di BBJ.

Terkait wabah corona yang terjadi di China, hal ini cukup memberikan dampak terhadap pasar fisik timah batangan.

Hal ini dikarenakan permintaan timah batangan dari negeri tirai bambu ini merupakan permintaan terbesar diseluruh dunia.

“Timah Batangan merupakan komoditas global, dan akan banyak terpengaruh oleh situasi ekonomi global.

Ketika ekonomi dunia mengalami kontraksi, hal itu akan sangat memberikan pengaruh terhadap permintaan timah batangan dunia.

Wajar kalau saat ini ekonomi dunia terkoreksi, transaksi di pasar fisik di BBJ juga mengalami kontraksi,” imbuhnya.

Sejak diluncurkan pertama kali pada Agustus tahun 2019 lalu, pasar fisik timah di Bursa Berjangka Jakarta cukup menarik perhatian para pelaku pasar.

Total transaksi yang terjadi dari Agustus sampai dengan Desember 2019 sebanyak 5.436 Lot dalam 27.183 Ton, dengan total nilai transaksi sebesar USD 448.740.124.

Senada dengan Fajar, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang juga optimis pasar fisik timah batangan akan bergerak positif dalam beberapa bulan kedepan.

Selain sebagai lembaga kliring dan penjaminan transaksi pasar fisik timah batangan di BBJ, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) di awal tahun 2020 juga melakukan sinergi dengan PT Timah Tbk dalam upaya mendorong harga timah kedepan lebih baik.

Kerjasama yang dilakukan melalui anak usahanya, yaitu PT Kliring Perdagangan Berjangka Komoditi ini, terkait dalam Pembelian dan Penjualan Kembali Resi Gudang timah.

“Pasar fisik timah batangan di BBJ ini, merupakan satu etalase Indonesia di pasar timah dunia, yaitu menunjukkan peran Indonesia di kancah perdagangan timah dunia.

Dengan kapasitas produksi yang dimiliki PT Timah Tbk, serta pangsa pasar yang dimiliki Indonesia di pasar timah dunia, sudah selayaknya Indonesia turut menjadi bagian dalam penentuan harga timah dunia,” pungkas Fajar (Ute)

Inilah Pemuda yang Hina Pemkot Semarang karena Penutupan Jalan, Sekarang Terancam Penjara 4 Tahun

Dampak Wabah Virus Corona, Ratusan Nasabah di Karanganyar Ajukan Relaksasi Kredit

BREAKING NEWS : 1 Pasien Positif Virus Corona di Purbalingga Dinyatakan Sembuh

Masih Ingat Kasus Satpam Tampar Perawat di Semarang? LBH Ini Berupaya Buktikan Pelaku Gangguan Jiwa

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved