Liga 2 2020
Pemain Persekat Qischil Fokus Usaha Bersama Istri Selama Pendemi COVID-19
pemain Persekat Kabupaten Tegal, Qischil Gandrum Minny yang mengikhlaskan penghasilannya dari Persekat Kabupaten Tegal.
Penulis: hesty imaniar | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada kondisi di mana wabah Corona terus menyebarkan virusnya ke masyarakat luas diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia membuat banyak kegiatan ditunda bahkan dibatalkan untuk sementara waktu agar penyebarannya bisa dihentikan.
Hal itu membuat berjalannya kompetisi sepakbola Indonesia Liga 2 pun juga harus dihentikan sementara waktu ini.
Bahkan, dengan kondisi tersebut memaksa beberapa tim yang berlaga di kompetisi tersebut meliburkan semua kegiatan persepakbolaan di daerahnya masing-masing.
Dengan kondisi demikian membuat tim-tim tersebut harus berpikir keras untuk mendapatkan pemasukan agar para pemain juga tetap mendapatkan gaji sesuai dengan aturan dari PSSI pusat, meski hanya beberapa persen gaji yang diterima para pemain.
• Permintaan Minyak Mentah Anjlok, Harga Jeblok Hingga 19 Dolar Per Barel
• HOROR! Kota Ini Dijuluki Kota Mayat karena Ada 5.000 Kematian dalam Semalam, Ini Foto-fotonya
• Ibu Rumah Tangga Asal Solo Ditangkap di Wonogiri karena Bawa Narkoba
• Kisah Sumiati Yang Telanjang Saat Tepergok Mencuri hingga ABG Ngaku Diperkosa Saat Ada Razia Polisi
Meski demikian banyak pemain sepakbola, utamanya di Liga 2 menerima hal tersebut karena memang kondisi yang memaksa harus mengambil keputusan tersebut.
Salah satunya yakni, pemain Persekat Kabupaten Tegal, Qischil Gandrum Minny yang mengikhlaskan penghasilannya dari Persekat Kabupaten Tegal.
Namun, menariknya pemain kelahiran Nganjuk itu justru terus mengasah kemampuan berwirausaha bersama sang istri.
"Saat ini sembari berada di rumah saja sesuai anjuran dari pemerintah, saya dan istri juga menekuni usaha kami yang sudah ada.
Dengan kondisi seperti ini kami lebih fokus pada usaha kos-kosan dan toko perlengkapan jilbab kami di rumah," katanya Minggu (19/4/2020).
Kepada Tribunjateng.com, pemain yang berposisi sebagai striker itu juga membagikan kisah suka dukanya selama wabah Corona menyerang Indonesia saat ini.
Ia bahkan mengaku memiliki usaha yang ada di Jalan Pandean Kediri, dan Jalan Desa Jabon 2 Mrican.
"Jadi selama ini kami menekuni usaha ini secara online. Utamanya untuk jualan jilbab dan perlengkapannya tapi untuk usaha kos saat ini masih penuh penyewanya.
Tapi kami tetap terus berusaha untuk mempromosikan usaha kami ini terus meski kondisi Corona tengah mewabah ini," imbuhnya.
Adapun baginya dengan kondisi saat ini, kerugian pasti didapatnya bersama istri.
Ia menceritakan kerugian berwirausaha ditengah pendemi seperti ini cukup besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemain-persekat-qischil.jpg)