Berita Semarang
Hasil Rapid Test Negatif, Warga Jurug Minta Jangan Ada Lagi Stigma Buruk soal Corona
Warga Dusun Jurug, Desa Wates, Getasan, Kabupaten Semarang meminta tak ada lagi stigma negatif yang disematkan kepada mereka terkait virus corona.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Warga Dusun Jurug, Desa Wates, Getasan, Kabupaten Semarang meminta tak ada lagi stigma negatif yang disematkan kepada mereka terkait virus corona.
Pasalnya, dari hasil rapid test pada warga Jurug yang dilakukan pemerintah, hasilnya negatif virus corona.
Camat Getasan, Seno Wibowo, mengatakan ada perasaan was-was oleh warga Jurug Getasan.
"Hal itu disebabkan oleh stigma negatif yang diberikan warga desa lain ke warga Jurug, dianggap semua warga Jurug positif terkena corona," jelas Seno saat ditemui di Dusun Jurug, Getasan, Kabupaten Semarang, Selasa (21/4/2020).
• Kisah Yenny Wahid Pilih Mundur dari Jabatan Staf Khusus Presiden SBY, Hindari Konflik Kepentingan
• Refly Harun Dicopot dari Komisaris Pelindo I, Diganti Perwira TNI, Arman Depari dan Politikus Nasdem
• Kabar Baik, PLN Akan Diskon Pelanggan Listrik Daya 1.300 VA dan 900 VA Nonsubsidi
• Dua Tenaga Medis RS di Jateng Meninggal Positif Covid-19, Dinkes: Tertular Saat Bertugas
Stigma negatif tersebut menurutnya ditemukan di media sosial. Hal tersebut membuat dampak perekonomian warga menurun.
"Warga sini kan rata rata petani dan peternak. Adanya stigma tersebut membuat Hasil tani dari Dusun Jurug pembeliannya menurun," ujarnya.
Seno menjelaskan, setelah adanya hasil rapid test warga dusun Jurug negatif corona, ia meminta tak ada lagi stigma negatif kepada warga Jurug.
"Artinya oleh Dinkes Kabupaten Semarang dipastikan hasil rapid test warga Jurug negatif corona, kami minta stigma negatif selesai," paparnya.
Seno menjelaskan, meski rapid test menunjukkan hasil negatif, namun ia tetap memerintahkan warga Jurug untuk melakukan karantina secara mandiri.
Isolasi tersebut dilakukan 14 hari dengan pengecekan secara berkala oleh Puskesmas Getasan Kabupaten Semarang.
"Kami bersyukur semoga Jurug tetap bebas corona. Kami berharap warga waspada ikuti anjuran pemerintah hindari kerumunan massal dan jaga makanan," paparnya.
Seperti diketahui pada Sabtu (18/4/2020) kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang melakukan tes kesehatan kepada semua warga Dusun Jurug, Getasan, Kabupaten Semarang.
Hal tersebut dipicu oleh adanya seorang warga luar daerah yang pada minggu lalu mendatangi dusun tersebut untuk menemui keluarga mertua yang bersangkutan.
Orang itu juga diinformasikan berinteraksi dengan warga yang berada di Dusun Jurug.
Namun diketahui selanjutnya yang bersangkutan positif virus corona.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan awal, kemudian ada 15 warga Jurug yang diharuskan untuk dilakukan rapid test.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/camat-getasan-memberikan-hasil-rapid-test-ke-warga-jurug-wates-getasan-kabupaten-semarang.jpg)