Berita Semarang
Update Corona Semarang: 5 Pasien Dinyatakan Sembuh, Kasus Paling Tinggi di Tembalang, Ini Daftarnya
Jumlah pasien virus corona (Covid-19) di Kota Semarang yang dinyatakan sembuh semakin bertambah banyak
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah pasien virus corona (Covid-19) di Kota Semarang yang dinyatakan sembuh semakin bertambah banyak.
Data yang diungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, hingga Rabu (22/4/2020) ini menunjukkan terdapat penambahan lima pasien sembuh.
Total pasien sembuh yang terdapat dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id hingga Rabu sore mencapai 49 orang.
"Kabar baik, hari ini yang sembuh ada lima," ucap Hendi, sapaannya.
• Indomie yang Mangkoknya Kosong Sudah Tersedia di Semarang, Begini Isinya
• Hotman Paris Unggah Video Syekh Ali Jaber Soal Corona dan Anjuran Nabi Muhammad SAW, Banjir Komen
• Ganjar Terima Usulan Wali Kota Semarang Soal PSBB: Jika Diterapkan Demak dan Kendal Menyesuaikan
• Promo Superindo 20-23 April 2020, Cuma 4 Hari Diskon Minyak Goreng hingga Daging, Ini Daftarnya
Meski demikian, kata Hendi, pasien positif covid-19 masih cukup banyak.
Tren wabah covid-19 di Kota Semarang masih menunjukan kenaikan.
"Grafik masih naik meski kurva tidak terlalu tinggi," tambahnya.
Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, jumlah pasien positif covid-19 di Kota Semarang ada 127 orang,
jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 217 orang, dan
jumlah orang dalam pemantauan mencapai 671 orang.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, sejak awal terjadinya penyebaran covid-19 di Kota Semarang hingga 20 April 2020, ada 66 kelurahan yang terdapat kasus virus ini.
"Berjalannya waktu, para pasien sembuh. Saat ini tinggal 46 kelurahan yang masih terdapat kasus covid-19. Kasus paling tinggi ada di Tembalang," imbuhnya.
Pada awalnya, lanjut Hakam, kasus covid-19 di Kota Semarang memang import case atau kasus bawaan dari wilayah lain yang terjangkit.
Namun, mulai akhir Maret hingga April ini sudah terjadi local transmission atau penularan secara lokal.
Sebanyak 1.500 rapid test sudah dilakukan, hasilnya ada 12 orang yang terindikasi positif.
Kemudian, pihaknya meminta 12 orang tersebut melakukan swab test dan hasilnya menunjukan positif covid-19.
Saat ini, pihaknya kembaki menyediakan 1.000 alat rapid test yang tersebar di beberapa titik di antaranya rumah sakit, puskesmas, dan Dinas Kesehatan untuk tracking para ODP. (eyf)