Ramadhan 2020
Ini Penjelasan Imam Syafi'i Melarang Terlalu Kenyang Saat Buka Puasa Ramadhan
Inilah alasan tidak boleh terlalu kenyang saat buka puasa ramadhan. Islam menganjurkan seorang muslim berhenti makan sebelum kenyang.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Inilah alasan tidak boleh terlalu kenyang saat buka puasa ramadhan.
Islam menganjurkan seorang muslim berhenti makan sebelum kenyang.
Makan dan minum menjadi kebutuhan pokok manusia.
Selain untuk menghilangkan lapar, dalam Islam makan menjadi kebutuhan muslim agar senantiasa beribadah kepada Allah SWT.
Pada saat Ramadhan. umat Islam akan makan pada saat menyantap sahur dan berbuka puasa.
Setelah itu, secara bersama umat Islam akan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar (imsak shubuh) hingga terbenamnya matahari (maghrib).
Biasanya saat Ramadhan, orang-orang akan berbuka dengan aneka hidangan yang beragam.
Mulai dari memakan kolak, meminum es, makan nasi lengkap lauk pauk, dan cemilan yang lain.
Tentu itu adalah rezeki, bahkan bisa menyebabkan kekenyangan.
Lalu bagaimana Islam mengatur kadar atau batasan makan?
Berikut penjelasan dalam Islam:
Pertama, Firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al A'raf ayat 31.
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: "Makan dan minumlah kalian dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Firman Allah SWT di atas menjelaskan agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan_20180327_094835.jpg)