Berita Viral
Stupa Dawangsari di Prambanan Bakal Lebih Besar dari Stupa Induk Candi Borobudur, Diameter 11 Meter
Stupa Dawangsari ini diperkirakan berdiri di atas batur berukuran 17x17 meter, tingginya 90 cm. Batur teras kedua berukuran 16x16 meter, tinggi 41 cm
Material batu penyusunnya sudah bergeser jauh, teraduk di tanah yang berkontur lerengan. Area utara dan barat daya memang paling terlihat parah kerusakannya.
“Mungkin longsor atau erosi karena tanah di situ miring,” ujar Sarjono yang diberi nama sapaan “Sarjono Lethong”.
Sebagian batu-batu candi ditemukan berserakan hingga di lahan bawah area stupa kuno ini. “Ada dorpel di tanah sebelah bawah,” ungkap Sarjono.
Menurutnya, dorpel itu bagian dari stupa. Tapi anehnya, pintu masuk atau tangga ke bagian atas stupa, belum ditemukan jejaknya.
Usaha prapemugaran Stupa Dawangsari dilakukan intensif sejak Oktober 2019. Awal tahun ini dilanjutkan, dan cukup intensif selama empat bulan terakhir.
Sarjono dan sejumlah pegawai BPCB DIY berhasil membuat susunan percobaan lingkaran terbawah stupa.
Ia juga merevisi hasil susun percobaan penelitian sebelumnya yang didirikan di dekat pusat stupa.
“Ada kekeliruan atau salah meletakkan susunan batuan. Ada yang terbalik,” ujarnya sembari menunjukkan secara langsung letak kesalahan susun percobaan stupa sebelumnya.
Selama empat bulan terakhir, Sarjono Lethong makin yakin pemugaran Stupa Dawangsari akan bisa dituntaskan. Soal waktunya, ia menggeleng, tidak bisa memastikan.
Mungkin minimal dua tahun diperlukan untuk memugar situs ini. Dengan catatan, proyeknya besar, lancar, melibatkan semua unsur teknis pemugaran seperti di proyek Candi Kedulan.
Berapa persen batu penyusun stupa ada di lokasi? “Saya yakin sekitar 80 persen masih ada, Cuma sebagian masih belum ditemukan,” katanya.
Sempitnya lahan untuk susun percobaan, membuat bagian kaki atau batur teras Stupa Dawangsari ditempatkan di halaman timur Candi Barong.
Deretan batu telah tersusun rapi, diberi tanda khusus, sudut-sudutnya sudah jelas, dan memperlihatkan lebar dan panjang sama, 17 meter.
Sementara di pusat bangunan, kondisinya sebagian teracak karena ekskavasi, meski sudut-sudutnya sudah dipastikan keberadaannya.
Penelitian sebelumnya pada 1986/1987, seperti tertulis di papan informasi situs, menunjukkan ada lebih dari satu stupa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-menu.jpg)