Breaking News:

Berita Jateng

Di Tengah Wabah Virus Corona Sopir Truk Logistik Dihantui Perampokan, Bajing Loncat hingga Pemerasan

Laju bisnis logistik di Jateng terus tertekan di tengah pelemahan perekonomian karena imbas Covid-19.

instagram
ILUSTRASI Bajing loncat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Laju bisnis logistik di Jateng terus tertekan di tengah pelemahan perekonomian karena imbas Covid-19.

Selain sepinya muatan yang menyebabkan utilitas armada turun di angka 40 persen, kejahatan jalanan menjadi kendala baru bagi pengusaha bisnis logistik.

Menurut Bambang Widjanarko, Wakil Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY, kasus kejahatan berupa pemerasan, pembegalan dan bajing loncat di tengah wabah Covid-19 semakin marak.

Beberapa Kali Tes Hasilnya Sheila Marcia Positif, Suaminya Sempat Terdiam: Serius, Yang?

Viral Komentar Kocak Gibran Retweet Unggahan Foto Jokowi Wisuda di UGM: Dapet Ducati

Detik-detik Polisi dan Warga Kepung Minimarket yang Dirampok, Para Pelaku Ditembak, Sempat Melawan

Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Masa Kejayaan hingga Keruntuhan

"Akhir-akhir ini semakin sering terjadi, dan hampir semua pengusaha logistik mengeluhkan hal tersebut," jelasnya, Kamis (30/4/2020).

Dilanjutkannya, dalam kondisi perekonomian sulit karena hantaman wabah Covid-19, kejahatan jalanan justru terus meningkat kasusnya.

"Tindak kejahatan kini tak kenal situasi, tak jarang terjadi di area pelabuhan, area pergudangan, area parkir truk, rest area jalan tol, bahkan di tengah keramaian arus lalu lintas di jalan raya sekalipun," jelasnya.

Dari laporan beberapa supir truk, dijelaskannya, aksi pembegalan terorganisir, dan melibatkan banyak orang dengan keahlian masing-masing.

"Kawanan begal biasanya ada 4 orang, aksi mereka sudah direncanakan dan atas dasar pesanan dari tukang tadah serta memerlukan modal besar dalam operasinya," ucapnya.

Bambang menambahkan, munculnya fenomena kasus perampasan, pembegalan dan bajing loncat menghantui para sopir truk.

"Fenomena kriminal jalanan ini kemungkinan karena desakan ekonomi akibat imbas wabah Covid-19, untuk itu supir yang menjalankan tugas kini lebih hati-hati dan wajib konvoi saat mengirim barang," tambahnya. (bud)

Belasan Anggota Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas Ikuti Pelatihan Pencegahan Virus Corona

Cerita Sopir Angkot Nganggur karena Corona, Jual Perabotan Rumah Demi Bertahan Hidup

Bupati Wonogiri Joko Sutopo : Janganlah Situasi Seperti Ini Malah Bicara Pilkada

Cerita Pasutri Asal Sragen Ciptakan Aplikasi Ojek Online Joxi, Belajar Otodidak Tidak Ikut Pelatihan

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved