Virus Corona Jateng
Bupati Haryanto Surati Kades dan Camat Tentang Pembentukan Satgas Jogo Tonggo
Asisten Pemerintahan Sekda Pati Muhtar mengungkapkan, demi memperkuat Posko Siaga Covid-19 yang telah didirikan di desa-desa, akan dilakukan pembentuk
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Asisten Pemerintahan Sekda Pati Muhtar mengungkapkan, demi memperkuat Posko Siaga Covid-19 yang telah didirikan di desa-desa, akan dilakukan pembentukan satuan tugas “Jogo Tonggo”.
Pembentukan satuan tugas Jogo Tonggo, lanjut Muhtar, merupakan tindak lanjut dari regulasi terbaru Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sebagaimana diketahui, Jogo Tonggo merupakan satuan tugas penanganan Covid-19 di tingkat Rukun Warga (RW).
• Viral Komentar Kocak Gibran Retweet Unggahan Foto Jokowi Wisuda di UGM: Dapet Ducati
• Beberapa Kali Tes Hasilnya Sheila Marcia Positif, Suaminya Sempat Terdiam: Serius, Yang?
• Terakhir Bicara Soal Kengerian Akibat Virus Corona, Dokter yang Dijuluki Pahlawan Ini Akhiri Hidup
• Hasil Rapid Test 100 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Rungkut Surabaya Dinyatakan Positif Corona
Satgas ini mencakup dua hal utama, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan serta jaring ekonomi.
“Untuk implementasinya, bupati telah menyampaikan surat khusus pada camat dan kepala desa.
Agar mereka segera melaksanakan langkah-langkah strategis dalam mendayagunakan posko siaga covid dan membentuk satgas jogo tonggo di tingkat RW,” ucap Muhtar dalam Rapat Badan Musyawarah DPRD Pati di Ruang Rapat Paripurna, Kamis (30/4/2020).
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I DPRD Pati Joni Kurnianto menegaskan, pihaknya meminta agar “Jogo Tonggo” bukan sekadar lips service.
“Jangan sekadar pencitraan atau slogan belaka.
Pemkab wajib hukumnya mengecek sampai bawah,” tegas dia.
Menurutnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten bertanggung jawab penuh memacu implementasi Jogo Tonggo di masing-masing desa.
“Tindakan di desa harus ada bimbingan dan arahan dari Pemkab secara kontinu.
Bukan sekali dibilangi terus dilepas,” ucap dia.
Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang mendampingi Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda dalam penanganan corona bertindak lebih serius lagi.
Menurutnya, selama ini masih ada kesan ketidakseriusan yang ditunjukkan OPD tertentu.
“Contoh ketidakseriusan, kemarin kepala dinas kesehatan kami suruh menunjukkan data pasien yang positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rapat-badan-musyawarah-dprd-kabupaten-pati-di-ruang-rapat-paripurna-kamis-3042020.jpg)