Breaking News:

Wabah Virus Corona

Risma Sudah Sarankan Pabrik Sampoerna Tutup Sementara & Karyawan Diisolasi di Hotel

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus virus corona Covid-19 pada karyawan PT HM Sampoerna T

Editor: m nur huda
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkunjung ke Redaksi Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Risma yang baru saja berulang tahun ke-58 pada Rabu 20 November, memaparkan apa yang telah dicapainya di Kota Surabaya. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus virus corona Covid-19 pada karyawan PT HM Sampoerna Tbk, Rungkut Surabaya.

Bahkan, pemkot sendiri yang menyarankan pihak manajemen agar melakukan isolasi bagi karyawannya yang reaktif rapid test.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, sejak tanggal 27 April 2020, pemkot juga getol melakukan tracing dan penyemprotan di lingkungan perusahaan dan perkampungan, untuk mencegah dan memutus mata rantai persebaran virus tersebut.

Kronologi Kasus Corona di Pabrik Rokok Sampoerna, Pemkot Surabaya: Kami yang Temukan

Dekan Fakultas Kedokteran Untan Pontianak Positif Virus Corona, Diduga Terinfeksi dari Pasien 

Seratusan Siswa SMA/SMK Nekat Konvoi Kelulusan di Tengah Pandemi Corona di Karanganyar

Arab Saudi Longgarkan Lockdown, Jam Malam Dicabut Kecuali Mekah

Update Corona 2 Mei di DIY, Jatim, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 

Ia menegaskan, mulai tanggal 19 April 2020 sampai sepekan kemudian, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan manajemen PT HM Sampoerna.

Bahkan, komunikasi terus dilakukan hingga akhirnya pihak manajemen bertemu langsung dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 26 April 2020 di Balai Kota Surabaya.

"Karena Ibu (Wali Kota Surabaya) juga menyarankan, tolong Sampoerna tutup sementara dan minta supaya seluruh yang positif rapid test itu diisolasi di hotel, dan dia (manajemen Sampoerna) menyanggupi," kata Eddy, saat menggelar jumpa pers, di Balai Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2020).

Kemudian, pada 27 April 2020, Eddy mengaku kembali bertemu dengan manajemen.

Dalam pertemuan itu, ia kembali menyampaikan kepada manajemen kapan akan dilakukan isolasi bagi karyawan yang reaktif rapid test.

Namun, pihak manajemen menyampaikan masih berkomunikasi dengan hotel di wilayah barat Surabaya.

"Kami sarankan, jangan (hotel) di wilayah Surabaya barat, cari yang dekat dengan kantor (PT HM Sampoerna) supaya pantauannya dan pengawasannya lebih enak. Akhirnya disepakati dapatlah salah satu hotel di wilayah Surabaya Timur," ujar dia.

Lalu, pada 28 April 2020, Eddy mengaku kembali berkomunikasi dengan pihak manajemen melalui sambungan telepon dan menanyakan progres isolasi terhadap karyawan pabrik Sampoerna.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved