Berita Kebumen

Buruh Las di Kebumen Edarkan Pil Koplo, Beli Rp 25 Ribu Dijual Rp 50 Ribu

Buruh tukang las, Bah (21) warga Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kebumen, harus berurusan dengan polisi karena diduga mengedarkan pil hexymer secara

Istimewa
Tukang las di Kebumen ditangkap Polres karena diduga edarkan pil hexymer 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Buruh tukang las, Bah (21) warga Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kebumen, harus berurusan dengan polisi karena diduga mengedarkan pil hexymer secara ilegal.

Diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, selain menangkap pelaku, pihaknya menyita barang bukti pil Hexymer.

"Barang bukti berupa 2 paket pil hexymer yang masing-masing paket berisi 10 butir,"katanya

Kepada penyidik, tersangka mengaku memperoleh pil kuning itu dari seseorang di Kabupaten Banyumas. Tiap satu paket yang ia beli seharga Rp 25 ribu dijualnya kembali Rp 50 ribu.

Ternyata Begini Nasib ABK Indonesia di Kapal China, Istirahat Tak Jelas & Diperlakukan Diskriminasi

Menkeu Pastikan THR PNS Cair Pekan Ini, Total Rp 29,382 Triliun

Bebaskan Ratusan Napi, Lapas Kedungpane Semarang Masih Overload 200 Persen

Puluhan Remaja Tanggung di Banjarnegara Pesta Miras dan Balap Liar saat Bulan Puasa

Penjelasan BMKG Soal Suara Dentuman Misterius Tadi Malam, Bukan Aktivitas Gempa Tektonik

Ia menekuni bisnis ilegal itu karena sudah terlanjur kecanduan pil hexymer atau pil koplo. Keuntungan dari penjualannya itu, bisa ia gunakan untuk membeli paket pil hexymer untuk dikonsumsi pribadi.

Bahkan, tersangka mengaku termasuk pecandu berat pil hexymer. Sekali mengkonsumsi, tersangka bisa menghabiskan 10 butir bahkan lebih.

Menurutnya, ia harus mengkonsumsi pil hexymer setiap hari.

Padahal, penggunaan melebihi dosis pemakaian obat tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bahkan kematian.

Hexymer termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang merah.

Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat depresi.

Penyalahgunaan obat ini oleh sebagian orang menjadi tren buruk yang secara jangka panjang sangat merugikan kesehatan.

Karena perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved