Berita Semarang
Turun Lapangan, Hendi Pantau Langsung Penyaluran Bantuan
Senin (11/5) pagi, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengawal langsung penyaluran sebanyak 203 paket bantuan sembako
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Senin (11/5) pagi, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengawal langsung penyaluran sebanyak 203 paket bantuan sembako bagi warga RW 4, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari.
Secara total, untuk Kecamatan Candisari mendapatkan alokasi sebanyak 7.728 paket bantuan sembako.
Penyaluran paket bantuan ini bersumber dari dana bantuan tahap kedua APBD Kota Semarang, di samping 4 sumber bantuan lain yang disiapkan dalam skema penanganan Covid-19 di Kota Semarang.
• Banjir Bandang Setinggi 40 Cm Terjang Tirtomoyo Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD
• Wali Kota Hendi Siapkan 28 Lagu Tampil di Konser Amal Daring Peduli Jateng
• Andre Taulany Akhirnya Buka Suara Soal Kabar Perceraiannya
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Remaja Putri Dibunuh dan Diadili Keluarga Kandungnya secara Sadis
Sebelumnya, tahap pertama telah selesai didistribusikan pada bulan April 2020 lalu.
"Intinya dalam penyaluran ini tidak boleh dobel dengan penerima bantuan yang telah disalurkan sebelumnya yakni dari pak Presiden, PKH Kemensos, bantuan Provinsi dan Pemerintah kota Semarang,’’ ungkap Hendi, sapaan akrab wali kota.
Karenanya, jika warga miskin telah tercover pada penyaluran tahap sebelumnya, Hendi memutuskan untuk menarik data lapis atasnya yang selama ini belum pernah mendapat bantuan.
Guna menghindari dobel penerimaan, pihak kecamatan juga melakukan pendataan by name by address, serta melakukan penempelan data penerima di masing-masing RW.
Dengan demikian, diharapkan warga dapat ikut memantau serta memastikan proses penyaluran bantuan lebih transparan.
Hendi pun berpesan agar seluruh jajaran kelurahan dan kecamatan dapat lebih bersabar jika nanti terdapat kendala ataupun protes dari warga seperti yang pernah terjadi di daerah Gisiksari.
Lebih bersabar menjelaskan kepada warga terkait prosedur penyaluran bantuan ini diharapkan Hendi dapat menambah amalan puasa petugas.
Mengantisipasi masih adanya warga yang belum tercover bantuan, Hendi menekankan adanya program Lumbung Kelurahan di setiap kecamatan, kelurahan, RW, RT hingga komunitas.
Keberadaan lumbung kelurahan yang sudah berdiri di berbagai kelurahan ini diharapkan mampu mengcover warga yang belum tersentuh bantuan apapun dari pemerintah ataupun warga yang tidak ber-KTP Semarang seperti warga boro, mahasiswa kos, dan lainnya.
Sementara, terkait dampak positif dari Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang telah diterapkan sejak 27 April lalu, Hendi mengupdate data yang disebutnya membaik meski masih cukup besar.
Diperincinya, data per 11 Mei ini menunjukkan penurunan jumlah pasien positif dan peningkatan pasien sembuh dibanding tanggal 26 April 2020 lalu.
"Per tanggal 26 April, angka pasien positif sebanyak 142 orang, sedangkan data hari ini mencatat 68 orang positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendrar-prihadi-mengawal-langsung-penyaluran-sebanyak-203-paket-bantuan-sembako.jpg)