Berita Pembunuhan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Remaja Putri Dibunuh dan Diadili Keluarga Kandungnya secara Sadis

RO (16) seorang pelajar di Pattaneteang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan ditemukan tewas dengan luka parah di bagian leher.

kolase tribunnews/TribunTimur/Polres Bantaeng
Kasus pembunuhan oleh satu keluarga di Bantaeng 

TRIBUNJATENG.COM, BANTAENG - Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! RO (16) seorang pelajar di Pattaneteang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan menjadi korban pembunuhan keluarganya sendiri.

Korban ditemukan tewas dengan luka parah di bagian leher di dalam sebuah kamar di rumahnya sendiri.

Muncul dugaan, RO tewas di tangan DA (50) ayah kandungnya sendiri karena keluarganya melakukan ritual ilmu hitam. Benarkah demikian?

Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri mengungkap motif sementara kasus pembunuhan sadis tersebut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sembilan orang terduga pelaku, Wawan mengatakan pembunuhan dilatarbelakangi oleh harga diri keluarga karena korban dianggap telah membuat malu. 

Vera Wang Viral! Desainer Usia 70 Tahun Bak Remaja Berumur 20an

FOKUS : Berjihad Melawan Corona

Update Corona Wonosobo Senin 11 Mei 2020, 54 Positif Covid-19

Sinopsis Kabhi Alvida Naa Kehna Mega Bollywood ANTV, Tayang Siang Ini Jam 11.30 WIB

"Korban adalah RO, 16 tahun, kelas dua SMA. Ini adalah anak kelima. Motif pembunuhannya kasus siri. Kasus harga diri, malu. Bahwa korban ini ada hubungan sama orang lain atas nama Usman alias Sumang."

"Keluarga ini malu karena salah satu keluarganya (korban,-Red) berhubungan dengan Usman sehingga dia melakukan pembunuhan," kata Wawan dalam tayangan live di InewsTV sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Minggu (10/5/2020). 

Wawan melanjutkan, Usman alias Sumang yang dituduh menjalin hubungan dengan korban merupakan salah satu warga yang ikut disandera oleh keluarga pelaku. 

Adapun soal siapa yang berperan melakukan pembunuhan terhadap RO, Wawan mengatakan eksekusi pembunuhan dilakukan oleh Rahman, anak pertama dan Anto, anak keempat, yang juga kakak dari korban. 

Menurut Wawan, Rahman lah yang menjadi penguasa dalam keluarga ini termasuk dalam memutuskan eksekusi terhadap korban. 

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved