Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Wajah Penjual Daging Babi Direkayasa Jadi Daging Sapi dari Solo, Ngaku Daging Apkir dari Swalayan

Baru-baru ini warga RT 03, RW 13, Kampung Lembang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, tak menyangka daging yang dijual

Editor: galih permadi
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad M
Konferensi pers pengungkapan penjualan daging babi di Bandung. 

TRIBUNJATENG.COM - Baru-baru ini warga RT 03, RW 13, Kampung Lembang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, tak menyangka daging yang dijual oleh T (55) dan P (46).

Pasalnya selama ini ternyata merupakan daging babi, yang diolah dengan borak supaya menyerupai daging sapi.

Menurut Ketua RW 13, Mamat Rahmat (61), awalnya pelaku berjualan daging ayam segar dan sapi.

Roy Kiyoshi saat Syuting Pernah Tiba-Tiba Pingsan hingga Dibawa ke UGD, Ichsan: Dia Itu Punya Ambisi

Sudi Ngamuk Minta Bantuan Rp 5 Miliar Tak Dituruti Kepala Desa, Bacok Bayi Pakai Sabit Hingga Tewas

Nur Hudi Anggota DPRD dari Nasdem Naikkan Uang Damai Rp 1 Miliar ke Siswi SMP Diperkosa Hingga Hamil

Sosok Polisi Ganteng Gariz Luis Mantan Artis Semakin Terkenal Saat Youtuber Ferdian Paleka Ditangkap

Polisi menangkap pedagang daging babi yang diserupakan dengan daging sapi di Bandung.
Polisi menangkap pedagang daging babi yang diserupakan dengan daging sapi di Bandung. (Humas Polresta Bandung)

"Tapi dia jualan hanya sedikit, melayani pesanan saja," ujar Mamat, saat ditemui di kediamannya, Senin (11/5/2020) malam.

Mamat mengaku, tak mencurigainya jualan daging babi, sebab sudah lama dia merintis usaha dagingnya berawal kecil-kecilan, dia sudah ngontrak di daerahnya sekitar dua tahun.

"Sebab kalau usaha daging gitu kan bisa cepat, pesat (naiknya)," kata Mamat.

Mamat memaparkan, mereka ngakunya itu daging sapi reject (apkir) dari swalayan karena memang sudah dalam keadaan beku.

"Jadi tak menyangka itu daging babi, selain iti mereka juga tak mencurigakan, datang keluar barangnya tidak sembunyi-sembunyi kadang siang kadang malam," kata dia.

Jadi kata Mamat, piklhaknya dan warga di daerah tersebut tak menaruh rasa curika.

"Namun setelah kejadian ini, tentu merasa kaget, sampai saya gak bisa tidur. Kami dan warga tentu merasa tertipu oleh dia," ujar dia.

Mamat mengatakan, kalau saja sebelumnya tahu dia berjualan daging babi, mungkin warga juga akan menggerebknya sebelum oleh polisi.

"Pasti warga menggerebeknya kalau tahu itu daging babi yang dijual layaknya daging sapi. Saya juga pernah melihatnya, saat dia menurunkan barang, dia ngakunya daging sapi yang reject," tuturnya.

Soalnya, kata Mamat, dirinya tak bisa membedakan bagaimana daging sapi dan babi.

"Jika disebut daging babi, takutnya itu benar daging sapi, tapi setelah digerebek polisi jadi ketahuan," kata dia.

Mamat mengaku, memang dirinya pernah menegur pelaku, sebab ada aduan dari warga jiak datang barangnya malam suka berisik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved